Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
13/06/2026
CITILIVE

Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai Jual, 50 Inovasi Kimia UB Jadi Magnet CFD

Shinta lubis
  • Juni 13, 2026
  • 3 min read
Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai Jual, 50 Inovasi Kimia UB Jadi Magnet CFD

SMARTLIVE – Puluhan produk inovatif berbasis ramah lingkungan hasil karya mahasiswa dan dosen Universitas Brawijaya (UB) mencuri perhatian pengunjung dalam kegiatan Car Free Day (CFD) kampus yang digelar Jumat (12/6/2026). Tak tanggung-tanggung, sekitar 50 produk inovasi berbasis green chemistry ditampilkan kepada publik, mulai dari biofuel, pangan fungsional, hingga produk berbahan baku limbah yang memiliki nilai ekonomi.

Pameran yang digelar Departemen Kimia Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) UB tersebut menjadi bagian dari implementasi program Green Campus sekaligus upaya mendekatkan hasil riset kampus kepada masyarakat.

Mengusung tema “Innovative Green Chemistry Products and Sustainable Science for a Greener Future”, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana ilmu kimia mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

Ketua Departemen Kimia FSTeM UB, Anna Safitri, mengatakan berbagai produk yang dipamerkan merupakan hasil pengembangan dari perkuliahan Proyek Kimia, Biofuel, Kimia Citarasa, penelitian dosen, hingga program pengabdian kepada masyarakat.

UB Perkuat Zona Integritas, Reformasi Birokrasi Didorong Menuju Kampus Berdampak

“Kami ingin menunjukkan bahwa ilmu kimia tidak hanya berkembang di laboratorium dan ruang kelas, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Anna.

Menurutnya, seluruh produk yang dipamerkan mengedepankan prinsip-prinsip green chemistry atau kimia hijau, seperti penggunaan bahan baku terbarukan, pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah, efisiensi energi, pengurangan bahan berbahaya, hingga penerapan ekonomi sirkular.

Berbagai produk yang dipamerkan meliputi pangan fungsional, biofuel, produk berbasis bahan alam, material ramah lingkungan, produk bioteknologi, hingga inovasi lain yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Tidak hanya melihat produk, pengunjung juga diajak berinteraksi langsung dengan mahasiswa dan dosen pengembang inovasi untuk mengetahui proses produksi, manfaat produk, hingga penerapan konsep kimia hijau dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Berikan Bibit Alpukat Impor, Volunteer LBH Malang Sejahterakan dan Berdayakan Petani Desa Ngantru

Selain pameran produk, Departemen Kimia UB juga menghadirkan demonstrasi eksperimen sederhana yang aman dan edukatif. Berbagai aktivitas interaktif seperti konsultasi sains, permainan edukatif, hingga pembagian suvenir turut menarik minat pengunjung.

Kegiatan tersebut dikunjungi sekitar 100 orang yang terdiri atas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat umum.

Salah satu pengunjung, Muhammad Iqbal dari Fakultas Kedokteran UB, menilai kegiatan tersebut mampu menjembatani hasil penelitian kampus dengan kebutuhan masyarakat.

UM Jadi Tuan Rumah ISTIC UNESCO, Perkuat Posisi Kampus di Jejaring Sains Global

“Produk-produknya sangat menarik dan aplikatif. Demonstrasi yang ditampilkan juga membuat konsep sains menjadi lebih mudah dipahami masyarakat,” katanya.

Anna menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana meningkatkan literasi sains masyarakat dan memperkuat komitmen Universitas Brawijaya dalam mendukung program Green Campus.

“Melalui sekitar 50 produk yang dipamerkan hari ini, mahasiswa dan dosen menunjukkan bagaimana prinsip Green Chemistry dapat diterapkan untuk menciptakan solusi yang lebih aman, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi,” tuturnya.

Ia berharap berbagai inovasi yang lahir dari kampus tidak berhenti sebagai hasil penelitian semata, melainkan dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan masyarakat luas.

Kegiatan ini juga sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain peningkatan kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan berkualitas, energi bersih dan terjangkau, kota berkelanjutan, serta aksi nyata terhadap perubahan iklim.

Melalui pameran tersebut, Universitas Brawijaya ingin membuktikan bahwa inovasi sains tidak hanya lahir di laboratorium, tetapi juga dapat menjadi solusi konkret dalam mewujudkan masyarakat yang lebih hijau, produktif, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *