APBD 2027 Mulai Dibahas, Pemkot Malang Targetkan Pengangguran Turun di Bawah 5,6 Persen
CITILIVE – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai menyusun arah kebijakan pembangunan tahun depan dengan menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di bawah 5,6 persen pada 2027. Target tersebut menjadi salah satu indikator utama dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027 yang resmi dimulai.
Target itu disampaikan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Malang, Selasa (28/7/2026), sebagai bagian dari sasaran makro pembangunan yang akan menjadi dasar penyusunan APBD 2027.
Pemkot menargetkan TPT berada pada angka maksimal 5,6 persen atau lebih rendah dibanding capaian 2025 yang tercatat sebesar 5,69 persen. Penurunan angka pengangguran tersebut diharapkan berjalan seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan perluasan kesempatan kerja di Kota Malang.
Selain menekan pengangguran, pemerintah juga menargetkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat hingga minimal 85,68 sebagai indikator peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Di sektor ekonomi, Pemkot memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,24–6,08 persen pada 2027. Sementara inflasi ditargetkan tetap terkendali pada rentang 1,5–3,5 persen guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Pemerintah juga menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 3,52 persen, dengan gini ratio diproyeksikan berada di angka 0,371 sebagai indikator pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Lima indikator makro tersebut akan menjadi acuan penyusunan program prioritas dan alokasi belanja daerah dalam APBD 2027. Pemerintah Kota Malang berharap kebijakan fiskal yang disusun mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
