Hasil Lab Ungkap Penyebab Dugaan Keracunan MBG di SDN Kauman 1, Pemkot Hentikan Operasional SPPG
CITILIVE – Pemerintah Kota Malang mengungkap hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SDN Kauman 1 setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasil uji laboratorium menunjukkan salah satu menu berupa olahan telur mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) di atas ambang batas yang diperbolehkan.
Temuan tersebut menjadi dasar Pemerintah Kota Malang menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi makanan pada hari kejadian.
Ketua Satgas MBG Kota Malang yang juga Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, mengatakan seluruh sampel makanan telah diperiksa untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
“Seluruh jenis makanan yang diproduksi dan dikonsumsi hari itu kami ambil sampelnya. Dari hasil laboratorium, hanya satu menu yang kadar bakteri E. coli-nya melebihi ketentuan normal, yaitu olahan telur. Menu lainnya dinyatakan normal,” ujar Erik, Selasa (28/7/2026).
Menurut Erik, penghentian sementara operasional SPPG dilakukan sebagai langkah pencegahan sekaligus memberi ruang bagi proses evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pangan yang diterapkan penyedia MBG.
Peristiwa tersebut menyebabkan 35 siswa mengalami keluhan kesehatan dengan gejala yang bervariasi, mulai dari lemas, sakit perut, diare, hingga muntah. Sejumlah siswa bahkan sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Kasus ini bermula setelah beberapa siswa mengeluhkan kondisi makanan yang diterima pada 21–22 Juli 2026. Seorang wali murid mengaku anaknya mengalami muntaber setelah mengonsumsi menu MBG.
Ia menyebut menu telur yang disajikan pada 21 Juli dinilai sudah tidak layak, sedangkan menu ikan pada keesokan harinya memiliki aroma amis sehingga tidak dihabiskan oleh anaknya.
“Malam harinya anak saya mengeluh sakit perut dan muntah-muntah. Setelah diperiksa dokter didiagnosis muntaber. Kemungkinan karena keracunan makanan,” ungkapnya.
Orang tua siswa juga menyebut terdapat siswa lain yang mengalami kondisi serupa, bahkan beberapa harus menjalani perawatan medis.
Sebelumnya, pihak SDN Kauman 1 telah melaporkan dugaan keracunan tersebut kepada Pemerintah Kota Malang dan meminta dilakukan pengujian laboratorium terhadap sampel makanan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Slamet Husnan Hariadi, membenarkan pihaknya menerima permintaan pengujian tersebut sejak laporan pertama masuk.
Hasil laboratorium kini menjadi dasar bagi Satgas MBG untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Pemerintah Kota Malang juga memastikan penanganan terhadap siswa terdampak terus dilakukan hingga seluruhnya pulih.
