UM Jadi Tuan Rumah ISTIC UNESCO, Perkuat Posisi Kampus di Jejaring Sains Global
SMARTLIVE – Universitas Negeri Malang (UM) resmi menjadi tuan rumah cabang International Science, Technology and Innovation Centre for South-South Cooperation (ISTIC) di bawah naungan UNESCO. Peresmian berlangsung di Ruang Kaca Publika Graha Rektorat UM, Selasa (5/5/2026).
Langkah tersebut menandai penguatan posisi UM dalam jejaring kolaborasi sains global berbasis negara-negara Global South sekaligus memperluas kerja sama internasional di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Peresmian dihadiri Rektor UM Prof. Hariyono, jajaran pimpinan universitas, serta delegasi ISTIC, di antaranya Chairman ISTIC Prof. Dr. Mohd Baryaruddin Abdul Rahman, Mdm. Tongbu Sharizad Tengku Dahlan, dan Dr. Intan Sazrina Saimy.
Rektor UM Prof. Hariyono menegaskan keberadaan ISTIC di UM menjadi peluang strategis untuk mengembangkan kolaborasi lintas disiplin ilmu, termasuk mengintegrasikan natural science dengan social science and humanities.
“Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah bagian dari kebudayaan. Karena itu, pengembangannya harus berakar pada nilai dan perspektif yang utuh,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan kolaborasi internasional diperlukan untuk mendorong pengembangan ilmu pengetahuan yang lebih inklusif, relevan, dan berdampak bagi masyarakat global.
Sementara itu, Chairman ISTIC Prof. Dr. Mohd Baryaruddin Abdul Rahman menyebut UM sebagai salah satu mitra strategis terbaik dalam pengembangan kerja sama internasional berbasis negara-negara Selatan.
“Ada beribu universitas di Indonesia, tetapi Malang adalah yang terbaik bagi kami, terutama dalam interaksi dan kerja sama. Banyak proses kerja menjadi lebih mudah,” katanya.
Ia menilai kemitraan tersebut tidak hanya memperluas jejaring akademik internasional, tetapi juga memperkuat peran kearifan lokal sebagai bagian penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan sains.
Menurutnya, ISTIC memiliki peran penting dalam mencetak talenta unggul yang holistik, khususnya dalam pengembangan kebijakan sains yang mampu memberikan dampak luas bagi masyarakat.
“Peranan utama ISTIC adalah producing holistic talents, terutama dalam pembangunan science policy yang memberi dampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Keberadaan cabang ISTIC di UM diharapkan mampu memperkuat kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam menjawab tantangan global melalui riset, inovasi, dan pengembangan kebijakan berbasis kolaborasi internasional.
Selain memperluas jejaring global, langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen UM dalam memperkuat pendidikan tinggi berkualitas dan pengembangan ilmu pengetahuan berkelanjutan berbasis nilai lokal dengan dampak global.
