Registrasi Terpadu Jalur Mandiri UM Dipercepat, Mahasiswa Baru Langsung Bawa Pulang KTM
SMARTLIVE – Universitas Negeri Malang (UM) mulai menerapkan sistem Registrasi Terpadu bagi mahasiswa baru jalur mandiri Tahun Akademik 2026/2027. Melalui layanan terintegrasi tersebut, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan seluruh administrasi dalam satu rangkaian, tetapi juga dapat langsung membawa pulang Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) pada hari yang sama.
Pelaksanaan registrasi digelar di Graha Rektorat, Graha Cakrawala, dan Sasana Krida, Selasa (4/8/2026), dengan mengintegrasikan layanan Direktorat Pendidikan, Direktorat Kemahasiswaan, serta Unit Kesehatan dalam satu sistem yang saling terhubung.
Kepala Subdirektorat Kesejahteraan, Karier, dan Alumni UM, Subur Hariono, S.Pd., mengatakan tahun ini UM mengubah konsep registrasi satu atap menjadi registrasi terpadu agar pelayanan lebih cepat, efisien, dan mampu menjangkau jumlah mahasiswa baru yang lebih besar.
“Mulai tahun ini UM memberlakukan registrasi terpadu. Seluruh layanan dilakukan secara bersamaan melalui koordinasi antara Direktorat Pendidikan, Direktorat Kemahasiswaan, dan Unit Kesehatan. Setelah validasi data dan pengambilan foto, mahasiswa baru bahkan dapat langsung membawa pulang KTM pada hari yang sama,” ujarnya.
Tak hanya menyelesaikan administrasi akademik, seluruh mahasiswa baru juga mengikuti skrining kesehatan fisik dan mental sebagai bagian dari proses registrasi.
Menurut Subur, pemetaan kesehatan sejak awal penting untuk memastikan mahasiswa memperoleh pendampingan yang sesuai selama mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) hingga menjalani perkuliahan.
“Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar penyusunan layanan kesehatan yang lebih tepat sasaran. Mahasiswa dengan riwayat penyakit maupun kebutuhan khusus dapat memperoleh pendampingan sejak awal,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Klinik Pratama UM dr. Ifa Mufida, M.M.R.S. menjelaskan pemeriksaan kesehatan kini telah berbasis digital. Mahasiswa mengisi formulir skrining secara daring sebelum datang ke lokasi registrasi sehingga proses pemeriksaan berlangsung lebih cepat dan efisien.
Selain itu, UM juga berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Kementerian Kesehatan. Mahasiswa yang belum pernah mengikuti program tersebut berkesempatan memperoleh pemeriksaan tambahan, termasuk pengecekan kadar gula darah, dengan dukungan tenaga medis, peralatan kesehatan, serta bahan medis habis pakai dari Dinas Kesehatan.
“Harapan kami seluruh rangkaian pemeriksaan ini berjalan lancar dan hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai dasar pelayanan kesehatan bagi mahasiswa baru selama menjalani pendidikan di UM,” kata dr. Ifa.
Penerapan registrasi terpadu berbasis digital ini menjadi bagian dari transformasi layanan Universitas Negeri Malang dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada mahasiswa baru. Selain memangkas waktu administrasi, sistem tersebut juga memperkuat deteksi dini kondisi kesehatan sehingga mahasiswa dapat mengikuti proses akademik secara lebih optimal sejak hari pertama perkuliahan.
