Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
28/09/2026
CITILIVE

Museum Keliling Kenalkan Kisah Dewi Sekartaji, Siswa SDN Tlogowaru 2 Makin Kenal Budaya Panji

rifamahmudah
  • September 28, 2026
  • 3 min read
Museum Keliling Kenalkan Kisah Dewi Sekartaji, Siswa SDN Tlogowaru 2 Makin Kenal Budaya Panji

CITILIVE,MALANG — Siswa SDN Tlogowaru 2 Kota Malang mulai mengenal kisah Dewi Sekartaji dan budaya Panji setelah mengikuti program Museum Keliling Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Senin (28/9/2026). Pengenalan tersebut menjadi salah satu materi yang menarik perhatian siswa. Mereka tidak hanya mendengar cerita tentang Dewi Sekartaji, tetapi juga diperkenalkan dengan keterkaitannya dengan tradisi Panji serta keragaman topeng yang berkembang di Malang.

Kepala SDN Tlogowaru 2 Kota Malang, Titis Pratiwi, mengatakan materi tentang Dewi Sekartaji membuat siswa mendapatkan pengetahuan baru mengenai budaya yang berkembang di daerahnya. “Anak-anak lebih memahami cerita tentang Dewi Sekartaji. Ternyata di Malang topengnya banyak dan berwarna-warni. Jadi anak-anak lebih mencintai Kota Malang,” kata Titis.

Dalam cerita Panji, Dewi Sekartaji dikenal sebagai tokoh utama perempuan yang kisahnya berkaitan dengan Panji Asmarabangun. Cerita keduanya berkembang dalam berbagai versi dan diwariskan melalui beragam kesenian tradisional. Kisah tersebut kemudian hadir dalam berbagai bentuk ekspresi budaya, salah satunya melalui seni topeng. Di Malang, cerita Panji menjadi bagian dari perkembangan tradisi Topeng Malangan dengan karakter dan bentuk topeng yang beragam.Pengenalan cerita tersebut membuat siswa tidak hanya mengetahui nama tokoh, tetapi juga melihat hubungan antara cerita Panji dengan warisan budaya yang berkembang di daerah mereka.

Menurut Titis, sebelumnya sebagian besar siswa belum pernah berkunjung ke museum maupun melihat koleksi benda bersejarah secara langsung. Melalui Museum Keliling, siswa mendapatkan kesempatan mengenal sejarah dan budaya dengan cara yang lebih dekat. Selain cerita Panji, siswa juga diperkenalkan dengan benda-benda bersejarah serta perbedaan antara arca dan patung. “Anak-anak menjadi memahami benda-benda bersejarah yang ada di Museum Bupurwa.

Baca Juga:  Balik Mudik Gratis Rute Perjalanan Malang-Semarang-Jakarta.

Selama ini anak-anak belum pernah berkunjung ke museum. Akhirnya tadi mereka bisa membedakan apa bedanya arca dengan patung,” ujarnya. Titis mengatakan materi yang diberikan juga mendorong siswa lebih aktif selama pembelajaran. Mereka berani bertanya kepada pemateri dan mengikuti penjelasan mengenai sejarah serta budaya lokal.

“Anak-anak menjadi berani bertanya kepada narasumber. Mereka juga aktif mengikuti kegiatan tersebut,” katanya.

Dari Cerita Panji ke Pengenalan Budaya Malang

Arkeolog sekaligus peneliti, Juan Steven Susilo, menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Pengenalan budaya disampaikan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia siswa. Cerita Dewi Sekartaji digunakan untuk memperkenalkan siswa pada warisan budaya Panji yang berkembang dalam berbagai bentuk kesenian, termasuk tradisi topeng di Malang. Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Malang, Juli Handayani, mengatakan pengenalan sejarah dan budaya sejak usia sekolah penting agar siswa mengetahui kekayaan budaya yang ada di daerahnya.

“Biar anak-anak tahu sejarah dan apa yang ada di Malang ini,” kata Juli. Antusiasme siswa dalam mengikuti materi membuat pihak sekolah berencana menindaklanjutinya dengan kunjungan langsung ke Museum Bupurwa pada akhir semester. Titis berharap pembelajaran semacam itu terus dilakukan sehingga siswa tidak hanya mengenal sejarah melalui buku, tetapi juga memahami warisan budaya yang berada di sekitar mereka.

“Harapannya kegiatan seperti ini terus berlanjut. Insyaallah di akhir semester ini anak-anak akan berkunjung ke Museum Bupurwa. Anak-anak antusias sekali,” jelasnya. (Shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *