Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
27/09/2026
CITILIVE

Cuaca Kering dan Angin Kencang, Pemkot Malang Perketat Waspada ISPA di Sekolah

rifamahmudah
  • September 27, 2026
  • 2 min read
Cuaca Kering dan Angin Kencang, Pemkot Malang Perketat Waspada ISPA di Sekolah

CITILIVE,MALANG — Kondisi cuaca kering, kemarau panjang dan angin kencang membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memperkuat kewaspadaan terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama di lingkungan sekolah.

Pemkot Malang meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui jajaran Puskesmas meningkatkan pemantauan kondisi kesehatan siswa dan lingkungan pendidikan. Sekolah juga diminta memperkuat edukasi serta pencegahan penyakit saluran pernapasan.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan kondisi cuaca saat ini menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi karena dapat memicu gangguan kesehatan, termasuk penyakit influenza.

“Untuk adanya influenza A atau ‘super flu’, Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa dengan kondisi saat ini, situasi cuaca tidak tentu, kering, kemarau panjang, angin keras, memang dimungkinkan terjadi salah satunya penyakit influenza,” kata Wahyu di Kota Malang, Sabtu (26/9/2026).

Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Malang meminta Puskesmas memantau perkembangan kondisi kesehatan di sekolah-sekolah dan tempat-tempat umum.

“Kami tetap memerintahkan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas-Puskesmasnya untuk terus memantau situasi dan kondisi yang ada di sekolah-sekolah terutama, dan juga di tempat-tempat umum,” ujarnya.

Kewaspadaan tersebut juga diperkuat dengan surat edaran Dinas Pendidikan Kota Malang tertanggal 25 September 2026 tentang “Waspada Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Lingkungan Satuan Pendidikan.”

Melalui edaran tersebut, sekolah didorong meningkatkan perhatian terhadap kondisi kesehatan siswa serta memberikan edukasi mengenai perilaku hidup sehat dan pencegahan penyakit saluran pernapasan.

Wahyu juga meminta siswa yang mulai mengalami gejala seperti demam, badan tidak enak atau gejala flu menggunakan masker. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko penularan kepada siswa maupun warga sekolah lainnya.

“Kami berharap terutama kepada siswa-siswi sekolah tetap menggunakan masker apabila merasa badannya mulai tidak enak, atau demam, atau merasa akan terkena flu,” katanya.

Baca Juga:  Truk Tangki Muatan Tetes Tebu Terguling di Jalibar Kepanjen, Sopir Tewas Diduga Akibat Rem Blong

Selain memakai masker, siswa yang mengalami gejala sakit juga diminta beristirahat dan tidak memaksakan diri beraktivitas. Jika harus keluar rumah, penggunaan masker tetap dianjurkan.

“Selain istirahat yang cukup, kemudian apabila keluar menggunakan masker agar nanti kalau sudah terjangkit tidak sampai menular ke mana-mana,” ujar Wahyu.

Meski kewaspadaan ditingkatkan, Wahyu memastikan Pemkot Malang belum menerima laporan resmi mengenai kasus influenza A di wilayah Kota Malang.

“Sampai saat ini dari Dinas Kesehatan belum melaporkan pada kami,” katanya.

Menurutnya, memang terdapat laporan masyarakat yang mengalami keluhan penyakit tertentu, tetapi belum dapat dikategorikan sebagai kasus influenza A.

“Ada yang terkena terlaporkan, tetapi tidak sampai dengan influenza A,” ujarnya.

Karena itu, langkah Pemkot Malang saat ini diarahkan pada pencegahan dan pemantauan. Masyarakat, khususnya warga sekolah, diminta tidak panik tetapi tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan mengurangi risiko penularan ketika mengalami gejala penyakit saluran pernapasan. (Shin)

1 Comment

  • Kick off with us and burrow into the entire aviamaster demo в рублях gallery of
    casino games to pick through.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *