Pemkot Malang Gandeng Tiga Kampus, Mahasiswa Siap Mengajar di Seluruh SD-SMP Negeri dan Psikotes Siswa Gratis
CITILIVE – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang resmi menggandeng tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Brawijaya (UB), Universitas Islam Malang (UNISMA), dan Universitas Ma Chung untuk memperkuat pembangunan berbasis kajian akademik.
Kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Balai Kota Malang, Rabu (5/8/2026), langsung ditindaklanjuti dengan sejumlah program konkret, mulai dari penempatan mahasiswa mengajar di seluruh SD dan SMP negeri hingga layanan psikotes bagi peserta didik.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis memperkuat implementasi program Dasa Bakti, khususnya Ngalam Pintar, sekaligus melibatkan perguruan tinggi dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
“Kerja sama ini tidak berhenti pada MoU. Selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara OPD dengan fakultas di masing-masing perguruan tinggi sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar Wahyu.

Ia menegaskan, Kota Malang sebagai kota pendidikan membutuhkan keterlibatan akademisi dalam menjawab berbagai persoalan perkotaan, mulai dari pendidikan, kesehatan, transportasi hingga penyusunan kebijakan berbasis riset.
Menurut Wahyu, setiap fakultas memiliki kompetensi yang dapat disinergikan dengan kebutuhan pemerintah sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran.
“Kampus harus menjadi bagian dari solusi. Kami ingin pembangunan Kota Malang didukung kajian ilmiah sehingga kebijakan yang diambil semakin berkualitas,” katanya.
Salah satu implementasi tercepat berasal dari kerja sama dengan UNISMA. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, menyebut seluruh SD dan SMP negeri akan menjadi lokasi praktik mahasiswa melalui program Mahasiswa Mengajar.
Selain membantu proses pembelajaran di sekolah, mahasiswa juga akan melakukan penelitian yang diharapkan memberikan rekomendasi bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Malang.
Tak hanya itu, Fakultas Psikologi UNISMA juga akan memberikan layanan psikotes bagi siswa untuk memetakan bakat, minat, dan potensi akademik mereka, terutama bagi peserta didik kelas VI SD dan kelas IX SMP yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
“Psikotes ini akan membantu sekolah dan orang tua memahami potensi anak. Pelaksanaannya dilakukan oleh Fakultas Psikologi sehingga sekolah tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan,” ujar Suwarjana.
Kerja sama tersebut berlaku selama lima tahun dan akan dikembangkan secara bertahap melalui berbagai program kolaboratif sesuai kebutuhan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dan perguruan tinggi.
Pemkot Malang berharap sinergi dengan UB, UNISMA, dan Universitas Ma Chung mampu memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus menghasilkan kebijakan pembangunan yang lebih efektif melalui dukungan riset dan rekomendasi akademik.
