UM Perkuat Mutu Akademik, Prodi S3 BK Jalani Asesmen LAMDIK
SMARTLIVE – Universitas Negeri Malang memperkuat komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan tinggi melalui asesmen lapangan Program Studi S3 Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Jumat (22/5/2026).
Asesmen yang digelar di Aula Lantai 8 Graha Rektorat dan Gedung D6 FIP UM tersebut menghadirkan tim asesor LAMDIK, yakni Dwi Yuwono Puji Sugiharto dari Universitas Negeri Semarang dan Muhammad Nur Wangid dari Universitas Negeri Yogyakarta.
Wakil Rektor I UM, Ibrahim Bafadal, mengatakan penguatan mutu Program Studi S3 BK menjadi bagian penting dalam menjaga posisi strategis UM sebagai salah satu rujukan pengembangan keilmuan bimbingan dan konseling di Indonesia.
Menurutnya, saat ini baru terdapat empat perguruan tinggi penyelenggara Program Studi S3 BK di Indonesia, yakni Universitas Pendidikan Indonesia, UM, UNY, dan UNNES.
“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas Program Studi S3 Bimbingan dan Konseling secara berkelanjutan. Keempat LPTK ini memiliki tanggung jawab besar dalam pengembangan keilmuan BK di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Nur Wangid menilai keberadaan program doktor BK yang masih terbatas menjadikan pengembangan keilmuan BK tingkat doktoral sebagai amanah akademik yang besar.
Ia berharap UM mampu menjadi pelopor penguatan mutu akademik sekaligus penyelarasan kurikulum BK dengan kebutuhan pendidikan masa depan.
“Karena baru ada empat perguruan tinggi penyelenggara S3 BK di Indonesia, maka tanggung jawab pengembangan keilmuan BK tingkat doktoral ada pada kita bersama,” katanya.
Hal senada disampaikan Dwi Yuwono Puji Sugiharto yang menekankan pentingnya kolaborasi antarkampus dibanding persaingan institusi. Menurutnya, sinergi menjadi kunci menciptakan lulusan doktor BK yang adaptif dan mampu menjawab tantangan pendidikan.
“Yang perlu dibangun bukan persaingan, melainkan kolaborasi untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan BK di Indonesia,” ungkapnya.
Dekan FIP UM, Ahmad Yusuf Sobri, menyebut asesmen lapangan menjadi bagian penting dalam evaluasi mutu akademik program studi. Ia menegaskan kurikulum S3 BK harus terus dikembangkan agar relevan dengan perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat.
“Proses asesmen lapangan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus evaluasi bagi program studi agar terus berkembang sesuai standar mutu yang ditetapkan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Program Studi S2 dan S3 BK UM, Muslihati, memaparkan sejumlah capaian program studi, mulai penguatan kerja sama internasional, pengembangan sumber daya manusia, pendanaan riset kolaboratif, hingga peningkatan publikasi jurnal ilmiah.
Melalui asesmen tersebut, UM menegaskan komitmennya memperkuat budaya mutu akademik dan pengembangan keilmuan bimbingan dan konseling di tingkat nasional maupun internasional. (Shin)
