Bromo Ditutup 4 Hari Saat Yadnya Kasada 2026, Wisatawan Dilarang Masuk Mulai 30 Mei
CITILIVE – Gunung Bromo resmi ditutup sementara untuk seluruh aktivitas wisata selama pelaksanaan Ritual Yadnya Kasada 2026. Penutupan dilakukan mulai 30 Mei hingga 2 Juni 2026 sebagai bentuk penghormatan terhadap ritual adat masyarakat Tengger sekaligus proses pembersihan kawasan pasca kegiatan.
Kebijakan tersebut diumumkan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melalui Pengumuman Nomor PG.7/T.8/TU/HMS.01.08/B/05/2026 tertanggal 21 Mei 2026.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan Surat Edaran Ketua Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger terkait pelaksanaan Yadnya Kasada 2026.
“Memperhatikan Surat Edaran Ketua Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger terkait pelaksanaan Upacara Ritual Yadnya Kasada tahun 2026, maka kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya ditutup untuk aktivitas wisata,” ujarnya.
Dalam pengumuman tersebut, penutupan dimulai pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 00.00 WIB hingga Selasa, 2 Juni 2026 pukul 23.59 WIB. Wisatawan baru diperbolehkan kembali memasuki kawasan wisata Bromo mulai Rabu, 3 Juni 2026 pukul 01.00 WIB.
Selama masa penutupan, akses kawasan hanya diperbolehkan bagi masyarakat Tengger yang mengikuti rangkaian Ritual Yadnya Kasada sesuai ketentuan dari Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger. Sementara pada 2 Juni 2026, kawasan diperuntukkan khusus bagi masyarakat dan petugas yang melakukan pembersihan area pasca ritual.
Balai Besar TNBTS juga meminta seluruh pelaku jasa wisata, pengunjung, dan pihak terkait mematuhi kebijakan tersebut demi menjaga kelancaran prosesi adat dan kelestarian kawasan konservasi.
Selain itu, pengelola wisata diimbau menyesuaikan jadwal kunjungan wisatawan agar tidak terjadi penumpukan pengunjung menjelang penutupan kawasan.
Yadnya Kasada merupakan ritual tahunan masyarakat Tengger yang digelar di kawah Gunung Bromo sebagai bentuk persembahan dan ungkapan syukur kepada Sang Hyang Widhi. Dalam tradisi tersebut, masyarakat membawa hasil bumi dan sesaji untuk dilarung ke kawah Bromo.
Tradisi sakral ini setiap tahun juga menjadi daya tarik budaya yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun selama prosesi berlangsung, kawasan wisata ditutup untuk menjaga kekhusyukan ritual serta mendukung pengamanan kegiatan. (Shin)

1 Comment
Usefull points written on your blog, most I
agree with. Recall viewing a similar blog which I
will look to post. I will bookmark ofcourse I look forward your next thought provoking blog post http://www.xmc.pl