Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
02/07/2026
SMARTLIVE

Dosen Kimia UB Dampingi Warga Pandanwangi Olah Limbah Organik Jadi Produk Bernilai Ekonomi

rifamahmudah
  • Juli 2, 2026
  • 2 min read
Dosen Kimia UB Dampingi Warga Pandanwangi Olah Limbah Organik Jadi Produk Bernilai Ekonomi

SMARTLIVE,MALANG – Dosen Departemen Kimia Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (Fakultas STeM) Universitas Brawijaya mendampingi masyarakat Kelurahan Pandanwangi, Kota Malang, mengolah limbah organik menjadi berbagai produk ramah lingkungan berbasis eco enzim. Program tersebut diharapkan mampu mengurangi limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu (27/6/2026) itu merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kompartemen Biokimia Departemen Kimia UB bertema Pemanfaatan Eco Enzim dari Limbah Organik untuk Mendukung Produk Ramah Lingkungan dan Ekonomi Sirkular Masyarakat. Program dipimpin Dr. Arie Srihardyastutie.

Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Pandanwangi, Dewi Citra Larasati, mengapresiasi kolaborasi antara Universitas Brawijaya dan masyarakat dalam mengembangkan teknologi sederhana yang bermanfaat bagi lingkungan.

“Program ini memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat untuk mengolah limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar masyarakat semakin mandiri dan memiliki peluang usaha baru,” ujarnya.

Program tersebut juga melibatkan 12 mahasiswa Departemen Kimia UB yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 22 Juni hingga 18 Juli 2026. Mahasiswa tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga akan melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi agar teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Koordinator mahasiswa KKN, Achmad Ali Imron Rahmatulloh, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu kimia dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kami tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di kampus, tetapi juga belajar memahami kebutuhan masyarakat dan mendampingi mereka mengembangkan solusi yang berkelanjutan,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan cara mengolah limbah organik menjadi eco enzim yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk ramah lingkungan, seperti sabun cair, telur asin, hingga tepache, minuman fermentasi berbahan kulit nanas.

Baca Juga:  Ikuti Dua Perlombaan Nasional, Tim Spectra ITN Malang Borong Prestasi

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi demonstrasi pembuatan produk, praktik langsung, dan diskusi mengenai teknik fermentasi serta peluang pengembangan usaha berbasis limbah organik. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi praktik dan tanya jawab.

Ketua tim pengabdian, Dr. Arie Srihardyastutie, menegaskan bahwa program tersebut tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi diarahkan agar masyarakat mampu mengembangkan produk turunannya secara mandiri.

“Kami ingin masyarakat dapat memanfaatkan eco enzim sebagai solusi pengelolaan limbah sekaligus menciptakan produk yang memiliki nilai ekonomi. Karena itu, pendampingan akan terus dilakukan selama tiga minggu ke depan agar manfaatnya benar-benar berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui program ini, Departemen Kimia Fakultas STeM UB berharap inovasi hasil penelitian di kampus dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat sehingga berkontribusi terhadap pengelolaan lingkungan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga melalui pengembangan ekonomi sirkular.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *