Jelang Pengibaran Merah Putih 17 Agustus, Paskibraka Kota Malang Diperkuat Mental dan Wawasan Kebangsaan
CITILIVE – Paskibraka Kota Malang 2026 memasuki tahap akhir persiapan menjelang pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Selain dimatangkan untuk tugas pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih, para anggota juga digembleng dalam aspek mental, karakter, ideologi, dan wawasan kebangsaan.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memberikan motivasi sekaligus penguatan kepada anggota Paskibraka menjelang pelaksanaan tugas kenegaraan tersebut.
Wahyu meminta para anggota membangun rasa bangga dan percaya diri karena dipercaya menjalankan salah satu tugas penting dalam upacara kemerdekaan.
“Saya berharap ada rasa jiwa kebanggaan dan ada kepercayaan, serta doa dari semua agar pelaksanaan besok, tanggal 17, bisa berjalan lancar, tertib, aman dan sesuai harapan kita bersama,” ujar Wahyu.

Menurutnya, tugas Paskibraka bukan sekadar seremoni pengibaran dan penurunan bendera. Amanah tersebut merupakan kehormatan yang harus dijalankan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.
“Pembukaan ini diperlukan untuk memberikan semangat dan kepercayaan kepada mereka yang akan melaksanakan tugasnya sebagai pengibar bendera pusaka,” tegasnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang Noer Rachman Wijaya mengatakan, pembinaan Paskibraka telah berlangsung intensif sejak April 2026.
Selama hampir tiga bulan, peserta menjalani latihan fisik dan baris-berbaris sekaligus pembinaan moral, mental, karakter, ideologi, serta wawasan kebangsaan.

“Latihan ini masif mulai bulan April kita lakukan sampai dengan tiga bulan kurang lebih kita gembleng teman-teman, khususnya yang pengibar bendera dan Paskibraka ini,” jelas Noer.
Selama pemusatan latihan, anggota Paskibraka juga diwajibkan tinggal di mes. Pola tersebut diterapkan agar proses pembinaan dan pembentukan kekompakan dapat dilakukan secara lebih terarah.
“Selain kegiatan fisik, berkaitan dengan baris-berbaris dan yang lain sebagainya, tentu ada kegiatan-kegiatan lain yang disiapkan untuk mewujudkan seperti yang disampaikan Pak Wali, menjadikan karakter yang kuat, punya ideologi, serta punya wawasan kebangsaan,” katanya.
Tugas Selesai, Karakter Harus Tetap Dibawa
Noer menekankan, pembinaan Paskibraka tidak berhenti ketika tugas pengibaran dan penurunan bendera selesai. Nilai yang diperoleh selama proses pembinaan diharapkan tetap menjadi bagian dari karakter peserta.
“Teman-teman ini tidak habis sampai dengan dipilihnya menjadi Paskibraka Kota Malang. Tentunya teman-teman juga harus mempunyai karakter maupun perilaku yang nantinya setelah Paskibraka ini dibubarkan seterusnya tetap dibawa,” tutur Noer.
Menurutnya, menjadi Paskibraka Kota Malang juga merupakan bentuk penghargaan sekaligus catatan pengalaman yang dapat menjadi nilai positif bagi masa depan peserta, termasuk dalam pendidikan maupun karier sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ini merupakan satu penghargaan yang diterima oleh mereka sekaligus dicatatkan sebagai Paskibraka Kota Malang tahun 2026,” pungkasnya.
Dengan persiapan yang telah berlangsung sejak April, Paskibraka Kota Malang kini bersiap menjalankan tugas utama pada 17 Agustus. Bukan hanya dituntut tepat dalam setiap gerakan, mereka juga membawa tanggung jawab untuk menunjukkan disiplin, karakter, dan semangat kebangsaan di hadapan masyarakat.
