Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
14/08/2026
CITILIVE

394 Mahasiswa Baru FIKES UB Dibekali Karakter Visioner hingga Peduli Lingkungan

Shinta lubis
  • Agustus 14, 2026
  • 3 min read
394 Mahasiswa Baru FIKES UB Dibekali Karakter Visioner hingga Peduli Lingkungan

CITILIVE – Sebanyak 394 mahasiswa baru program sarjana Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya (FIKES UB) mulai memasuki lingkungan akademik pada tahun ajaran 2026/2027. Melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKK Maba), mereka tidak hanya dikenalkan dengan sistem perkuliahan, tetapi juga dibekali karakter sebagai calon tenaga kesehatan yang visioner, humanis, kolaboratif, dan solutif.

Dekan FIKES UB Prof. Dian Handayani, S.KM., M.Kes., Ph.D., mengatakan PKK Maba menjadi tahap awal untuk membangun pemahaman mahasiswa mengenai budaya akademik, layanan, fasilitas hingga kehidupan kemahasiswaan di FIKES UB.

“Harapannya kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial penerimaan saja, tetapi betul-betul menjadi bekal yang baik untuk pemahaman mereka kuliah di Fakultas Ilmu Kesehatan,” ujar Dian.

Menurutnya, jumlah 394 mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa baru jenjang sarjana. FIKES UB juga menerima mahasiswa baru jenjang magister dan profesi dengan jadwal penerimaan yang berbeda.

Empat Karakter Calon Tenaga Kesehatan

FIKES UB menempatkan pembentukan karakter sebagai bagian penting dalam proses pendidikan calon tenaga kesehatan.

Empat nilai yang ditekankan kepada mahasiswa baru adalah visioner, adaptif, humanis, solutif, dan kolaboratif.

Nilai tersebut dinilai penting karena tenaga kesehatan tidak bekerja secara individual. Dalam praktik profesional, mereka harus mampu berkolaborasi dengan berbagai profesi sekaligus memahami kebutuhan pasien dan masyarakat.

“Bagaimana menjadi mahasiswa yang visioner, adaptif, humanis, solutif, dan bisa berkolaborasi dengan baik dengan sejawat kesehatan lainnya,” kata Dian.

FIKES UB berharap nilai tersebut tidak berhenti sebagai materi selama orientasi, tetapi berkembang menjadi karakter mahasiswa selama menjalani pendidikan hingga memasuki dunia kerja.

PKK Maba Tak Hanya Kenalkan Kampus

Dian menegaskan orientasi mahasiswa baru tidak boleh sekadar menjadi agenda penyambutan.

Baca Juga:  Rampak Barong Heroik Perjuangan Kemerdekaan dalam Pentas Padang Bulan Sendratari Arjuna Wiwaha

Mahasiswa perlu memahami sejak awal bagaimana menjalani proses akademik, memanfaatkan fasilitas kampus, membangun relasi dengan sesama mahasiswa, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tuntutan profesi kesehatan.

Karena itu, PKK Maba diarahkan menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi sekaligus mulai membangun kapasitas akademik dan profesional.

Mahasiswa Baru Juga Didorong Peduli Lingkungan

FIKES UB juga memasukkan isu lingkungan dalam rangkaian PKK Maba. Konsep green campus diperkenalkan melalui kegiatan penanaman pohon serta pengelolaan sampah selama pelaksanaan kegiatan.

Mahasiswa dikenalkan pada pemilahan sampah hingga upaya mengurangi food waste.

“Selain itu, kita juga ada kegiatan yang sifatnya meminimalisir semua sampah untuk kegiatan PKK Maba. Mereka akan kita ajarkan memilah sampah, kemudian menurunkan food waste,” ujarnya.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada kompetensi kesehatan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Targetkan Lulusan Adaptif dan Solutif

Dian mengatakan perkembangan dunia kesehatan menuntut lulusan memiliki kemampuan lebih dari sekadar penguasaan ilmu sesuai bidangnya.

Tenaga kesehatan masa depan harus mampu menghadapi perubahan, bekerja lintas profesi, memahami persoalan masyarakat, serta menawarkan solusi terhadap berbagai tantangan kesehatan.

“Kita akan menyiapkan bagaimana mereka menjadi tenaga kesehatan yang bisa berkolaborasi dan visioner ke depannya. Fakultas Ilmu Kesehatan siap mencetak tenaga kesehatan yang adaptif dan solutif untuk kebutuhan tenaga kesehatan mendatang,” tegasnya.

Dengan masuknya 394 mahasiswa baru jenjang sarjana, FIKES UB menempatkan PKK Maba 2026 sebagai titik awal pembentukan calon tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter humanis, kemampuan kolaborasi, kepedulian lingkungan, serta keberanian menghadapi persoalan kesehatan yang terus berkembang.