UB Datangkan Dua Ilmuwan Dunia, Mahasiswa Matematika Belajar Teknologi Prediksi Tumor hingga Pemodelan Aliran Darah
SMARTLIVE – Universitas Brawijaya (UB) memperkuat internasionalisasi pendidikan dengan menghadirkan dua ilmuwan dunia dalam program Adjunct Professor di Program Studi Sarjana Matematika, Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM). Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan kuliah dari akademisi internasional, tetapi juga mempelajari langsung penerapan matematika komputasi untuk prediksi pertumbuhan tumor otak, analisis kesehatan, hingga teknologi industri.
Program yang menjadi bagian dari mata kuliah Kapita Selekta Sains Komputasi itu menghadirkan Associate Professor Dr. Mohana Sundaram Muthuvalu dari Universiti Teknologi PETRONAS (Malaysia) serta Prof. Dr. Sohail Nadeem dari Quaid-i-Azam University, Pakistan, yang dikenal sebagai salah satu ilmuwan matematika terapan dengan H-Index Scopus 84.
Ketua Program Studi Sarjana Matematika FSTeM UB Ummu Habibah, S.Si., M.Si., Ph.D. mengatakan kehadiran akademisi internasional tersebut merupakan bagian dari strategi UB memperluas jejaring global sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis riset.
“Topik yang dibawakan sangat relevan dengan perkembangan sains komputasi saat ini. Melalui sesi hands-on, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana teori matematika diterapkan untuk menyelesaikan persoalan nyata di bidang industri maupun medis,” ujarnya.
Pada sesi pertama, Dr. Mohana membawakan materi Application of Finite Element Method in Thermal Analysis yang mengajarkan mahasiswa memanfaatkan perangkat lunak MATLAB untuk analisis termal menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM).
Materi berikutnya berfokus pada Computational Methods for Brain Tumour Growth Prediction, yang memperkenalkan pemodelan matematika dan komputasi untuk memprediksi pertumbuhan tumor otak sebagai bagian dari pengembangan teknologi kesehatan.
Sementara itu, Prof. Sohail Nadeem membahas penerapan matematika komputasi untuk menyelesaikan persoalan teknik dan kesehatan, mulai dari pemodelan numerik pesawat, hingga simulasi aliran darah menggunakan metode volume hingga (Finite Volume Method).
Menurut Ummu Habibah, kemampuan memanfaatkan matematika komputasi kini menjadi kompetensi penting karena aplikasinya semakin luas, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga industri, rekayasa teknologi, hingga layanan kesehatan.
Program ini juga membuka wawasan mahasiswa terhadap berbagai peluang kolaborasi internasional, termasuk kesempatan mengikuti program akademik dan riset di luar negeri pada bidang Mathematical Modelling and Numerical Computation.
Seluruh rangkaian kuliah diikuti mahasiswa Program Studi Sarjana Matematika serta peserta dari program studi lain di lingkungan Departemen Matematika. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai pemrograman, mekanika fluida, hingga akurasi model komputasi untuk bidang medis.
Selain memperkuat kualitas pembelajaran, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UB meningkatkan reputasi internasional melalui kolaborasi akademik, mobilitas ilmuwan, dan pengembangan riset lintas negara.
Melalui program Adjunct Professor ini, UB berharap mahasiswa memiliki pengalaman belajar bertaraf internasional sekaligus memperkuat kompetensi di bidang matematika komputasi yang kini semakin dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan di sektor kesehatan, teknologi, dan industri global.
