Program Sekolah Garuda Dilirik Kementerian, MAN 2 Kota Malang Jadi Percontohan Nasional
ARTILIVE – Program Sekolah Garuda di MAN 2 Kota Malang mendapat perhatian pemerintah pusat. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, meninjau langsung implementasi program tersebut di MAN 2 Kota Malang, Jumat (24/7/2026), sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.
Kunjungan tersebut dilakukan di sela agenda kerja Wamendag di Kota Malang. Selain melihat secara langsung pelaksanaan Program Sekolah Garuda, Dyah Roro juga meninjau berbagai sistem pembinaan akademik dan prestasi internasional yang selama ini menjadi keunggulan MAN 2 Kota Malang.
“Saya ingin melihat secara langsung bagaimana implementasi Program Sekolah Garuda yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, bersama kementerian terkait,” ujar Dyah Roro.
Ia menjelaskan, Program Sekolah Garuda menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat global. Menurutnya, Indonesia tengah memasuki fase bonus demografi dengan sekitar 68 persen penduduk berada pada usia produktif, sehingga peningkatan kualitas pendidikan menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan nasional.
“Tantangannya bukan hanya memiliki jumlah penduduk usia produktif yang besar, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusianya agar mampu bersaing di tingkat global,” katanya.

Dyah Roro menegaskan, Presiden Prabowo Subianto menempatkan pembangunan SDM sebagai salah satu prioritas utama pemerintah. Karena itu, berbagai program pendidikan, termasuk Program Sekolah Garuda, terus diperkuat agar mampu melahirkan lulusan yang memiliki daya saing internasional.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM tidak hanya bertumpu pada pendidikan, tetapi juga harus ditopang oleh pemenuhan gizi dan layanan kesehatan yang memadai.
“Pendidikan, gizi, dan kesehatan merupakan tiga pilar utama yang saling melengkapi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dyah Roro menilai MAN 2 Kota Malang menjadi salah satu contoh pelaksanaan Program Sekolah Garuda yang mampu mengintegrasikan pembinaan akademik, karakter, serta pengembangan prestasi peserta didik hingga tingkat internasional.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., mengatakan madrasah yang dipimpinnya terus memperkuat berbagai program unggulan untuk mendukung implementasi Program Sekolah Garuda.
Saat ini MAN 2 Kota Malang memiliki 1.572 peserta didik, dengan sekitar 700 santri tinggal di asrama (boarding school) dan didukung 217 guru serta tenaga kependidikan.
“Alhamdulillah seluruh program pendidikan di madrasah kami mendapat dukungan dari Kementerian Agama, Pemerintah Kota Malang, serta orang tua siswa sehingga dapat berjalan dengan baik,” ujar Samsudin.
Ia menyebut peserta didik MAN 2 Kota Malang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Aceh hingga Papua. Hal tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang dikembangkan madrasah tersebut.
Dalam bidang prestasi, MAN 2 Kota Malang mencatat 1.139 prestasi sepanjang 2025. Pada 2026, madrasah ini kembali memperoleh apresiasi dari Kementerian Agama sebagai madrasah penyumbang prestasi internasional terbanyak selama tiga tahun berturut-turut.
Selain itu, MAN 2 Kota Malang juga meraih predikat Juara Umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) dua tahun berturut-turut, Juara Umum Olimpiade Sains Indonesia (OSI) dua tahun berturut-turut, serta Juara Umum Olimpiade Sains Pelajar Indonesia (OSPI) 2026.
Menurut Samsudin, berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di perguruan tinggi terbaik maupun kompetisi internasional.
“Beberapa peserta didik kami juga akan kembali mewakili Indonesia pada kompetisi internasional di Italia dan London. Kami berharap mereka kembali membawa prestasi untuk Indonesia,” pungkasnya.
