KONI Malang Bidik 222 Emas, Target Geser Surabaya Jadi Nomor Satu Jatim pada 2031
CITILIVE,MALANG — KONI Kota Malang memasang target besar dalam regenerasi atlet. Tidak hanya mempertahankan prestasi, Kota Malang membidik 222 medali emas dan menargetkan diri menggeser Surabaya sebagai daerah dengan prestasi olahraga nomor satu di Jawa Timur pada 2031. Target tersebut mulai dipersiapkan dari sekarang dengan memburu bibit atlet sejak usia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Ketua KONI Kota Malang R. Djoni Sujatmiko mengatakan, pencarian atlet usia dini menjadi bagian dari strategi regenerasi agar tidak terjadi kekosongan setelah atlet senior memasuki akhir masa kompetisi. “Yang SD dan SMP ini utamanya untuk 2029 dan 2031. Kita kemarin minim data dari teman-teman cabang olahraga. Mana yang untuk 2029, mana yang untuk 2031 harus kita persiapkan dari sekarang,” kata Djoni saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencarian Bibit Atlet Berprestasi Usia Dini di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Kamis (10/9/2026).
Bimtek tersebut diikuti guru olahraga SD dan SMP se-Kota Malang serta dibuka Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Guru olahraga didorong menjadi ujung tombak dalam menemukan siswa yang memiliki potensi olahraga. Djoni menjelaskan, persiapan atlet untuk menghadapi kompetisi pada 2027 saat ini relatif sudah matang. Sejumlah atlet telah masuk program pemusatan latihan (puslat) maupun prapuslat. Karena itu, fokus berikutnya diarahkan pada generasi atlet yang diproyeksikan tampil pada 2029 dan 2031. “Sebanyak-banyaknya atlet kita kumpulkan. Kita lihat mana yang paling berpotensi, kemudian kita bina,” ujarnya.
Bidik 222 Medali Emas
Djoni menyebut Kota Malang sebelumnya telah mampu mencatatkan lebih dari 100 medali emas. Namun, capaian tersebut dinilai belum cukup untuk memenuhi ambisi prestasi olahraga Kota Malang dalam beberapa tahun ke depan. Target berikutnya dipatok mencapai 222 medali emas. Lebih jauh, KONI Kota Malang tidak hanya mengejar jumlah medali. Djoni menargetkan Kota Malang mampu mengakhiri dominasi Surabaya dalam peta olahraga Jawa Timur. “Target maksimum 2031 kita sudah harus mampu mengalahkan Surabaya. Harapannya 2029 kita sudah mampu, dan 2031 kita harus menjadi nomor satu di Jawa Timur,” tegasnya.
Guru Olahraga Jadi Mata Rantai Awal
Untuk mengejar target tersebut, KONI menggandeng guru olahraga di sekolah sebagai sumber awal pencarian atlet. Menurut Djoni, sekolah menjadi salah satu tempat paling strategis untuk mendapatkan data atlet potensial. Siswa yang memiliki kemampuan fisik maupun bakat olahraga akan dijaring, kemudian dipetakan berdasarkan cabang olahraga dan tingkat potensinya. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan guru olahraga memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan siswa dan mengetahui kemampuan serta minat mereka.
“Guru olahraga yang paling mengetahui kemampuan siswa-siswinya. Dari sini kita berharap muncul bibit-bibit atlet yang nantinya bisa mewakili Kota Malang,” kata Wahyu. Ia pun menegaskan, pencarian atlet tidak boleh berhenti pada proses menemukan siswa berbakat. Bibit tersebut harus diarahkan masuk ke sistem pembinaan yang terukur dan berkelanjutan. Dengan pola tersebut, atlet yang diproyeksikan menjadi kekuatan Kota Malang pada 2029 hingga 2031 diharapkan sudah mulai dipersiapkan sejak masih duduk di bangku SD dan SMP.
