Pesantren Harus Kuasai Teknologi tanpa Kehilangan Akidah, Prof Ahmad Mudjayyid: Jangan Tertinggal
CITILIVE — Pondok pesantren dituntut mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan kekuatan akidah serta pendidikan spiritual. Pesantren dinilai harus mampu menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan kekuatan moral.
Pesan tersebut disampaikan Prof. Dr. H. Ahmad Mudjayyid, M.A. saat memberikan tausiah dalam peringatan Harlah ke-6 Pondok Pesantren An-Nur Lembah Kemuning, Tumpang, Kabupaten Malang, yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (9/9/2026).
Menurut Prof Ahmad Mudjayyid, pesantren memiliki peran penting dalam memadukan dua kebutuhan utama manusia, yakni penguasaan ilmu pengetahuan untuk menghadapi kehidupan modern dan penguatan akidah sebagai bekal kehidupan spiritual.
“Di dunia human society kita perlu ilmu pengetahuan yang tinggi. Di dunia ibadah kita perlu akidah yang kuat. Dua-duanya ada di pondok ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, perkembangan teknologi yang semakin pesat tidak boleh membuat pesantren tertinggal. Santri, kata dia, perlu memiliki kemampuan dan pengetahuan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Namun demikian, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus tetap berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai agama.
“Kita tidak boleh tertinggal,” tegasnya.
Prof Ahmad Mudjayyid menjelaskan, Islam juga memberikan ruang besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Ia mengaitkannya dengan kandungan Surat Ar-Rahman ayat 33 yang, menurutnya, menjadi dorongan bagi manusia untuk terus mengembangkan pengetahuan dan kemampuan.
Di sisi lain, ia menilai pesantren memiliki kekuatan yang tidak sepenuhnya diperoleh melalui pendidikan akademik. Pesantren menjadi ruang pembentukan spiritual dan penguatan hubungan manusia dengan Tuhan.
Di dalam pendidikan pesantren, kata dia, santri tidak hanya mempelajari ilmu akademik, tetapi juga mendapatkan pendidikan syariat, tarekat, makrifat, hingga hakikat.
“Dengan pondok ini ilmu akademik diraih, ilmu akidah diraih, ilmu kemanusiaan diraih, ilmu menghadap pada Tuhan juga diraih,” katanya.
Siapkan Generasi Tangguh
Perpaduan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pendidikan agama tersebut, menurut Prof Ahmad Mudjayyid, menjadi modal penting untuk membentuk generasi yang tangguh.
Ia berharap Pondok Pesantren An-Nur Lembah Kemuning terus berkembang dan mampu melahirkan generasi yang memiliki kemampuan, karakter, mental kuat, serta mampu memberikan kontribusi bagi agama dan negara.
“Harapan kita pondok yang kita sama-sama sengkuyung untuk bergerak bersama ini bisa membuahkan generasi-generasi yang tangguh, yang bisa membela agama dan negara,” ujarnya.
Prof Ahmad Mudjayyid juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan pesantren tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan intelektual maupun kecerdasan akademik.
Menurutnya, keteladanan kiai, pendidikan karakter, kekuatan spiritual, serta doa orang tua memiliki peran penting dalam membentuk masa depan santri.
Ia menilai keberhasilan sebuah lembaga pendidikan juga membutuhkan kekuatan nilai yang diwariskan melalui keteladanan para pendidik dan kiai.
Karena itu, ia mengajak pengelola pesantren, santri, serta masyarakat untuk tetap optimistis menghadapi perubahan zaman.
Peringatan Harlah ke-6 Pondok Pesantren An-Nur Lembah Kemuning yang dirangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran pesantren dalam menyiapkan generasi masa depan.
Pesantren, menurut Prof Ahmad Mudjayyid, harus mampu bergerak mengikuti perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, tetapi tetap menjadikan akidah, akhlak, dan pendidikan spiritual sebagai fondasi utama pembentukan generasi.
