Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
21/07/2026
CITILIVE

Investasi Kota Malang Baru Tembus Rp790 Miliar, Pemkot Siapkan Strategi Kejar Target Rp3,3 Triliun

Shinta lubis
  • Juli 21, 2026
  • 3 min read
Investasi Kota Malang Baru Tembus Rp790 Miliar, Pemkot Siapkan Strategi Kejar Target Rp3,3 Triliun

CITILIVE – Realisasi investasi di Kota Malang hingga triwulan I 2026 baru mencapai sekitar Rp790 miliar atau sekitar 24 persen dari target tahunan sebesar Rp3,3 triliun. Rendahnya capaian tersebut mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan strategi baru untuk mengejar target investasi pada paruh kedua tahun ini.

Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengakui perlambatan investasi menjadi tantangan yang tidak hanya dialami Kota Malang, tetapi juga terjadi secara nasional. Menurutnya, ketidakpastian pertumbuhan ekonomi membuat banyak investor memilih menunda ekspansi bisnis.

“Secara umum investasi memang menurun secara nasional. Ini berkaitan dengan tingkat kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi. Banyak pelaku usaha masih menahan dana mereka dan memilih wait and see terhadap perkembangan ekonomi,” kata Ali.

Ia menjelaskan kondisi tersebut berpengaruh terhadap masuknya investasi ke berbagai daerah, termasuk Kota Malang. Karena itu, Pemkot akan melakukan evaluasi sekaligus menyiapkan berbagai langkah percepatan agar target investasi tetap dapat tercapai hingga akhir tahun.

“Kami akan menyiapkan berbagai stimulan. Salah satunya dengan melihat kawasan-kawasan yang memiliki potensi investasi dan menyiapkan skema baru. Jika capaian pada semester pertama belum sesuai target, maka pada caturwulan ketiga dan keempat kami akan melakukan strategi yang berbeda,” ujarnya.

Saat ini, Pemkot Malang masih mematangkan bentuk insentif yang akan diberikan kepada investor. Di saat yang sama, pemerintah juga mulai memetakan sektor-sektor ekonomi yang dinilai masih prospektif di tengah perlambatan ekonomi.

Ali mengungkapkan sektor properti menjadi bidang yang paling terdampak. Berdasarkan komunikasi dengan sejumlah pengembang, penurunan daya beli masyarakat membuat investasi di sektor tersebut melambat cukup tajam.

“Investasi properti memang mengalami penurunan signifikan. Dari komunikasi kami dengan beberapa developer, daya beli masyarakat terhadap properti turun drastis, bahkan lebih dari 50 persen,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kompetisi Sepak Bola Usia Dini "Bareng Cup V 2023"

Meski sektor properti lesu, Ali melihat masih ada peluang dari sektor lain yang tetap tumbuh. Salah satunya adalah industri perhotelan, yang hingga pertengahan tahun ini masih menunjukkan minat investasi.

“Pengurusan izin pembangunan hotel masih berjalan. Setahu saya, tahun ini ada empat hotel yang sedang mengurus perizinan untuk dibangun di Kota Malang,” katanya.

Selain perhotelan, sektor jasa dan hiburan juga dinilai masih memiliki prospek yang cukup baik. Potensi tersebut akan menjadi fokus promosi investasi Pemkot Malang dalam beberapa bulan ke depan.

“Keunggulan-keunggulan itu akan kami petakan kembali sesuai kondisi ekonomi saat ini. Kami akan menentukan sektor mana yang paling potensial untuk dipresentasikan kepada calon investor agar mereka tertarik menanamkan modal di Kota Malang,” jelas Ali.

Meski realisasi investasi masih jauh dari target, Ali menegaskan Pemkot Malang tetap optimistis mampu mengejar kekurangan tersebut sebelum akhir tahun melalui strategi promosi yang lebih agresif dan penyediaan iklim investasi yang kondusif.

“Kami harus tetap optimistis. Dengan strategi yang tepat dan pemetaan sektor yang potensial, kami yakin target investasi tahun ini masih bisa dikejar,” pungkasnya.