Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
21/07/2026
CITILIVE

Sejarah Pahlawan TRIP Masuk Kurikulum SD-SMP, Pemkot Malang Siapkan Materi Resmi untuk Pendidikan Karakter

Shinta lubis
  • Juli 21, 2026
  • 3 min read
Sejarah Pahlawan TRIP Masuk Kurikulum SD-SMP, Pemkot Malang Siapkan Materi Resmi untuk Pendidikan Karakter

CITILIVE – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan sejarah perjuangan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) akan segera masuk ke dalam materi pembelajaran bagi siswa SD dan SMP. Langkah ini dilakukan untuk memastikan nilai-nilai perjuangan para pelajar pejuang tetap diwariskan kepada generasi muda sekaligus memperkuat pendidikan karakter di sekolah.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan penyusunan materi sejarah TRIP sebenarnya telah dimulai sejak dirinya menjabat sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Malang. Penyusunan dilakukan melalui kajian akademik bersama Paguyuban Mas TRIP dan melibatkan Universitas Negeri Malang (UM).

“Sejak kami masih menjabat Pj Wali Kota, setiap peringatan Hari Gugurnya TRIP kami menggelar simposium bersama Paguyuban Mas TRIP untuk mengkaji perjalanan perjuangan hingga gugurnya para Pahlawan TRIP di Kota Malang,” ujar Wahyu, Senin (20/7/2026).

Menurut Wahyu, hasil kajian tersebut kini telah dituangkan menjadi materi pembelajaran yang tinggal diintegrasikan ke dalam mata pelajaran di tingkat SD dan SMP.

“Kurikulumnya sudah kami susun, sudah kami bahas bersama akademisi, termasuk bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang. Sekarang tinggal dimasukkan ke dalam mata pelajaran,” katanya.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkot Malang menjaga sejarah lokal agar tidak hilang ditelan zaman. Terlebih, para anggota TRIP merupakan pelajar yang rela meninggalkan bangku sekolah demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Ada sejarah yang tidak boleh dilupakan. Mereka seharusnya belajar di sekolah, tetapi memilih mengangkat senjata demi mempertahankan Kota Malang dan Indonesia. Nilai perjuangan inilah yang harus diketahui generasi muda,” tegas Wahyu.

Selain memasukkan sejarah TRIP ke dalam kurikulum sekolah, Pemkot Malang juga memperkuat upaya pelestarian nilai kepahlawanan melalui kegiatan perawatan kawasan Makam Pahlawan TRIP.

Baca Juga:  Babak Pertama Berakhir! Inggris Pesta 4 Gol ke Gawang Prancis di Perebutan Posisi Ketiga Piala Dunia 2026

Bersama Lanud Abdulrachman Saleh dan Malang Tahes Club (MTC), Pemkot menggelar bakti sosial berupa pengecatan tembok serta perbaikan paving di kompleks makam para pahlawan TRIP. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti ke-79 TNI Angkatan Udara sekaligus menyambut Hari Gugurnya Pahlawan TRIP yang diperingati setiap 31 Juli.

“Atas nama Pemerintah Kota Malang kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi ini. Setiap 31 Juli kami selalu memperingati Hari Gugurnya Pahlawan TRIP sebagai bentuk penghormatan kepada para pelajar yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi bangsa, khususnya Kota Malang,” ujar Wahyu.

Sementara itu, Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsekal Pertama TNI Reza Ranesa Rasyid Sastranegara mengatakan semangat perjuangan Pahlawan TRIP memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai yang diperingati dalam Hari Bakti TNI Angkatan Udara.

Menurutnya, kedua peristiwa sama-sama lahir dari pengorbanan para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Nilai yang diwariskan adalah semangat rela berkorban, pantang menyerah, dan cinta tanah air. Karena itu, kami mendukung upaya pelestarian sejarah TRIP agar terus dikenal generasi muda,” ujarnya.

Reza berharap sejarah perjuangan para pelajar pejuang tersebut tidak hanya dikenang melalui upacara tahunan, tetapi juga dipelajari secara sistematis di sekolah sehingga mampu menanamkan nasionalisme sejak usia dini.

Dengan masuknya sejarah TRIP ke dalam kurikulum sekolah, Pemkot Malang berharap generasi muda tidak hanya mengenal sejarah nasional, tetapi juga memahami perjuangan lokal yang menjadi bagian penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.