Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
25/08/2026
CITILIVE

ICoSLI 2026 UM Diikuti 94 Tim, Dorong Inovasi Pembelajaran Sains Berkelanjutan

Shinta lubis
  • Agustus 25, 2026
  • 4 min read
ICoSLI 2026 UM Diikuti 94 Tim, Dorong Inovasi Pembelajaran Sains Berkelanjutan

SMARTLIVE — Universitas Negeri Malang (UM) terus mendorong lahirnya inovasi dalam pembelajaran sains melalui International Competition on Science Learning Innovation (ICoSLI) 2026. Kompetisi internasional yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (21/8/2026) itu diikuti 94 tim, dengan 54 tim berhasil melaju ke babak final.

Mengusung tema “Towards Sustainable Life and Global Citizenship”, ICoSLI 2026 menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan sekaligus mempresentasikan inovasi pembelajaran sains yang relevan dengan tantangan pendidikan dan isu keberlanjutan di tingkat global.

Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan Departemen Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UM yang telah diselenggarakan sejak 2023. Tahun ini, kompetisi melibatkan peserta dan juri dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Hungaria.

Ketua Departemen Ilmu Pengetahuan Alam UM, Prof. Habiddin, S.Pd., M.Pd., Ph.D., mengatakan inovasi dalam pembelajaran sains perlu terus dikembangkan agar proses pendidikan tidak terpaku pada pola konvensional.

Menurutnya, pembelajaran fisika, kimia, biologi, maupun sains secara umum harus mampu membekali generasi muda dengan kemampuan berpikir kritis serta kesadaran terhadap tanggung jawab global.

“Pendidikan sains harus melampaui batas-batas tradisional. Penguatan cara kita mengajarkan fisika, kimia, biologi, dan sains secara umum sangat penting untuk membekali generasi muda dengan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab global demi masa depan yang berkelanjutan,” ujar Prof. Habiddin.

Ia menilai pendidikan sains memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya memahami konsep akademik, tetapi juga mampu melihat persoalan global dan mencari solusi melalui pendekatan ilmiah.

54 Tim Finalis Unjuk Inovasi Pembelajaran Sains

Dari total 94 tim peserta, sebanyak 54 tim berhasil melaju ke tahap final. Para finalis berasal dari berbagai bidang pendidikan sains dan mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan gagasan serta inovasi yang telah dikembangkan.

Baca Juga:  Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kab. Malang Tahun 2024

Dekan FMIPA UM, Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si., menyebut jumlah tim yang berhasil mencapai babak final menunjukkan tingginya kreativitas dan dedikasi peserta dalam mengembangkan inovasi pembelajaran sains.

“This year, 54 finalist teams have successfully advanced from 94 participating teams. This demonstrates remarkable creativity, dedication, and excellence in science learning innovation,” tuturnya.

Menurut Hadi, kompetisi tidak hanya menjadi ajang untuk menentukan pemenang. Para peserta juga didorong untuk memanfaatkan ICoSLI sebagai ruang belajar bersama, saling bertukar perspektif, serta memperoleh masukan konstruktif terhadap inovasi yang dikembangkan.

Ia berharap para finalis dapat menyampaikan gagasan terbaik sekaligus terbuka terhadap berbagai evaluasi yang diberikan selama kompetisi berlangsung.

Melalui proses presentasi dan penilaian tersebut, peserta tidak hanya memperkenalkan inovasi yang dimiliki, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengevaluasi dan mengembangkan gagasannya melalui interaksi dengan peserta maupun juri dari berbagai latar belakang akademik.

Perkuat Kolaborasi Akademik Internasional

Selain mendorong inovasi pembelajaran, ICoSLI 2026 juga menjadi bagian dari upaya UM memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik lintas negara.

Prof. Habiddin mengatakan keterlibatan peserta internasional menjadi salah satu nilai penting dalam pelaksanaan kompetisi. Menurutnya, pertukaran pengalaman dan gagasan antarpeserta mencerminkan semangat global citizenship yang diangkat dalam tema kegiatan.

“We are delighted to welcome finalists representing the Science Education, Chemistry Education, Biology Education, and Physics Education study programs, alongside our delegates from Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia. Your active participation exemplifies true global citizenship and strengthens international academic collaboration,” ujarnya.

ICoSLI 2026 melibatkan finalis dari bidang Pendidikan IPA, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Fisika. Kehadiran delegasi dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, turut memperluas interaksi dan pertukaran pengalaman akademik dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga:  Puluhan Ribu Jamaah Padati Masjid Jami, Wali Kota Malang Serukan Jaga Persatuan di Momentum Idul Fitri

Kompetisi ini menjadi wadah bagi peserta untuk mempresentasikan inovasi, memperoleh evaluasi, sekaligus bertukar gagasan mengenai perkembangan metode dan strategi pembelajaran sains.

Dengan konsep tersebut, ICoSLI tidak hanya diposisikan sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi untuk mendorong lahirnya pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dorong Pendidikan Sains yang Adaptif dan Berkelanjutan

Pelaksanaan ICoSLI 2026 juga dikaitkan dengan upaya mendukung pencapaian sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs).

Kegiatan tersebut sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui pengembangan inovasi dan peningkatan kualitas pembelajaran. Selain itu, ICoSLI juga mendukung SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan budaya inovasi serta pemanfaatan perkembangan ilmu pengetahuan.

Sementara keterlibatan peserta dan akademisi lintas negara menjadi bagian dari dukungan terhadap SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi akademik internasional.

Melalui ICoSLI 2026, UM mendorong pengembangan pendidikan sains yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada kemampuan peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan mampu merespons persoalan global.

Kompetisi tersebut diharapkan menjadi salah satu ruang lahirnya berbagai inovasi pembelajaran yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menjawab kebutuhan pendidikan masa depan yang semakin dinamis.

Dengan melibatkan puluhan tim dan peserta lintas negara, ICoSLI 2026 menegaskan upaya UM memperkuat inovasi pembelajaran sains sekaligus membangun kolaborasi internasional menuju pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.