Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
25/08/2026
CITILIVE

Maulid Nabi di RT 8 Gading Kasri, Warga Diajak Buktikan Cinta Rasul Lewat Amalan Nyata

Shinta lubis
  • Agustus 25, 2026
  • 3 min read
Maulid Nabi di RT 8 Gading Kasri, Warga Diajak Buktikan Cinta Rasul Lewat Amalan Nyata

SPOOTLIVE — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi warga RT 8 RW 3, Jalan Jombang Gang 2, Kelurahan Gading Kasri, Kota Malang, untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Kegiatan yang digelar pada Senin (24/8/2026) malam tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Rangkaian acara diisi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan selawat, hingga tausiyah keagamaan yang mengajak warga meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Tim hadrah Ahbabul Hikam turut mengiringi lantunan selawat yang menambah suasana religius dalam peringatan Maulid Nabi. Sementara pembacaan ayat suci Al-Qur’an disampaikan qari Umeirsyah.

Tausiyah disampaikan Ustaz Imam Ghozali yang juga menjabat Ketua RT 8 RW 3. Dalam pesannya, Imam menekankan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya disampaikan melalui ucapan atau diwujudkan dalam peringatan seremonial setiap tahun.

Menurutnya, cinta kepada Rasulullah harus dibuktikan melalui amalan nyata dan upaya untuk menghidupkan ajaran serta sunah Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

“Bukti cinta kepada Nabi Muhammad SAW bukan sekadar ucapan, tetapi harus diwujudkan melalui amalan nyata, seperti berselawat, bersedekah, menjalin silaturahmi, dan menghidupkan sunah Nabi, terutama dengan membaca serta mempelajari Al-Qur’an,” ujar Imam.

Ia mengatakan, memperbanyak selawat menjadi salah satu amalan yang dapat dilakukan masyarakat untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Selain itu, selawat juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kedekatan spiritual kepada Allah SWT.

Namun, Imam menegaskan kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup berhenti pada lantunan selawat. Masyarakat juga perlu berupaya memahami dan menjalankan ajaran Nabi melalui perilaku sehari-hari.

Salah satunya dengan meningkatkan kedekatan terhadap Al-Qur’an. Ia mengajak warga untuk tidak ragu belajar membaca dan memperbaiki kemampuan membaca kitab suci, termasuk bagi mereka yang telah berusia dewasa.

Baca Juga:  Pemajuan Kebudayaan Kota Batu: Partisipasi Masyarakat dan Prestasi Penghargaan

Menurut Imam, proses belajar Al-Qur’an tidak mengenal batas usia maupun tingkat kemampuan. Setiap orang memiliki kesempatan untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas bacaannya.

“Belajar Al-Qur’an tidak mengenal batas usia maupun kemampuan. Bagi mereka yang masih terbata-bata dalam membaca Al-Qur’an, Allah SWT menjanjikan pahala ganda atas kegigihannya,” katanya.

Selain mengajak warga memperkuat interaksi dengan Al-Qur’an, Imam juga mengingatkan pentingnya memahami sunah Rasulullah secara lebih menyeluruh.

Meneladani Nabi Muhammad SAW, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan penampilan atau simbol-simbol lahiriah. Keteladanan Rasulullah juga harus tercermin dalam sikap, perilaku, semangat menuntut ilmu, kepedulian terhadap sesama, serta kemampuan menjaga hubungan baik di tengah masyarakat.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam peringatan Maulid Nabi di lingkungan RT 8. Warga diajak menjadikan momentum kelahiran Rasulullah sebagai bahan refleksi untuk mengevaluasi sejauh mana ajaran dan keteladanan Nabi telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi juga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan antarwarga. Kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan semangat menjaga tradisi keagamaan sekaligus mempererat hubungan sosial di lingkungan.

Melalui kegiatan bersama, warga tidak hanya mengikuti tausiyah dan rangkaian ibadah, tetapi juga membangun komunikasi dan silaturahmi dengan tetangga.

Bagi warga RT 8 RW 3 Gading Kasri, Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW diharapkan terus dibawa ke dalam kehidupan bermasyarakat.

Semangat memperbanyak selawat, belajar dan membaca Al-Qur’an, gemar bersedekah, menjaga silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama menjadi amalan yang diharapkan dapat terus dijalankan setelah peringatan Maulid Nabi berakhir.

Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di RT 8 Jalan Jombang Gang 2 tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat karakter dan kebersamaan warga melalui pesan utama yang disampaikan dalam tausiyah: mencintai Rasulullah SAW harus dibuktikan melalui amalan dan keteladanan nyata dalam kehidupan sehari-hari.