Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
31/07/2026
CITILIVE

Gubernur Jatim Dorong Tong Tong Night Market Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Budaya

Shinta lubis
  • Juli 31, 2026
  • 3 min read
Gubernur Jatim Dorong Tong Tong Night Market Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Budaya

CITILIVE – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong Tong Tong Night Market menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya. Festival yang digelar di Desa Limoer Heritage Hotel, Kota Malang, dinilai mampu mengangkat warisan budaya menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur melalui Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Iwan, S.Hut., M.M., saat membuka Tong Tong Night Market, Kamis (30/7/2026).

Dalam sambutan yang dibacakannya, Gubernur memberikan apresiasi kepada penyelenggara, khususnya Desa Limoer Heritage Hotel, yang dinilai konsisten menghadirkan festival yang memadukan sejarah, budaya, kuliner, seni pertunjukan, dan kreativitas masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan.

“Tong Tong Night Market bukan sekadar festival, tetapi ruang dialog lintas budaya yang mempertemukan sejarah, warisan arsitektur, tradisi, kuliner, musik, seni pertunjukan, hingga karya-karya kreatif masyarakat,” kata Dr. Iwan membacakan pesan Gubernur.

Menurutnya, festival yang terinspirasi dari Tong Tong Fair di Belanda tersebut mampu menghadirkan pengalaman wisata budaya sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif di Jawa Timur.

“Warisan budaya tidak hanya dijaga sebagai memori masa lalu, tetapi juga harus diolah menjadi sumber inspirasi ekonomi masa depan,” ujarnya.

Pemprov Jatim menilai ekonomi kreatif menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, sekaligus memperkuat identitas budaya. Karena itu, pengembangan sektor tersebut telah menjadi prioritas pembangunan daerah melalui penguatan ekosistem kreatif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar.

Dalam kesempatan itu juga dipaparkan capaian sektor ekonomi kreatif Jawa Timur. Pada semester pertama 2025, investasi di sektor tersebut mencapai sekitar Rp6,86 triliun, meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara nilai ekspor ekonomi kreatif tercatat mencapai 12,8 miliar dolar Amerika Serikat, dengan kontribusi terbesar berasal dari subsektor fesyen, kriya, dan kuliner.

Baca Juga:  Gaspol di Jalibar! Crosser Kota Batu Dominasi Kualifikasi Grass Track Porprov Jatim 2025

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa kreativitas telah menjadi kekuatan ekonomi yang nyata bagi Jawa Timur,” ujar Dr. Iwan.

Tong Tong Night Market juga dinilai menjadi etalase bagi pelaku usaha kreatif untuk mempromosikan produk unggulan, mulai dari kuliner, kriya, fesyen, hingga seni pertunjukan kepada masyarakat dan wisatawan.

Selain sebagai daya tarik wisata, festival tersebut diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat. Terlebih, Tong Tong Night Market kini telah masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN), yang menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan event pariwisata di Jawa Timur.

Pemprov Jatim pun mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan event, memperluas promosi digital, memperkuat kurasi produk ekonomi kreatif, serta meningkatkan pengalaman wisatawan agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terus tumbuh secara berkelanjutan.