Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
15/09/2026
CITILIVE

2.000 Mahasiswa Baru UIN Malang Dapat Edukasi Keuangan dari OJK, BI dan LPS

Shinta lubis
  • September 15, 2026
  • 2 min read
2.000 Mahasiswa Baru UIN Malang Dapat Edukasi Keuangan dari OJK, BI dan LPS

SMARTLIVE— Lebih dari 2.000 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mendapat edukasi literasi dan inklusi keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Senin (14/9/2026).

Edukasi tersebut digelar melalui kegiatan Kuliah Perdana Malang Mbois dalam rangkaian Road to Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026. Kegiatan berlangsung secara luring dan daring di Sport Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Kolaborasi tiga lembaga tersebut ditujukan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai sektor jasa keuangan, kebijakan moneter dan sistem pembayaran, hingga penjaminan simpanan.

Kepala OJK Malang Farid Faletehan mengingatkan mahasiswa agar lebih waspada terhadap berbagai tawaran investasi dan pinjaman yang tidak masuk akal. Menurutnya, rendahnya pemahaman mengenai produk keuangan dapat membuat generasi muda rentan menjadi korban layanan keuangan ilegal.

“Mahasiswa harus jeli dan waspada terhadap tawaran investasi maupun pinjaman yang tidak masuk akal. Selalu cek legalitasnya melalui OJK agar tidak menjadi korban keuangan ilegal yang dapat merugikan masa depan,” ujar Farid.

Materi edukasi disampaikan dalam sesi talk show interaktif yang menghadirkan Farid Faletehan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi, dan Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya Bambang S. Hidayat.

Ketiga narasumber menjelaskan peran masing-masing lembaga dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Mahasiswa juga mendapat pemahaman mengenai pemanfaatan produk dan layanan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

Selain edukasi, kegiatan tersebut menghadirkan perusahaan sekuritas melalui booth edukasi pasar modal. Mahasiswa diperkenalkan dengan sektor pasar modal sekaligus didorong meningkatkan inklusi keuangan melalui pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN).

Anggota Komisi XI DPR RI Hasanuddin Wahid mengatakan kemampuan mengambil keputusan keuangan menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki mahasiswa.

Baca Juga:  Program Magang Nasional Tembus 100 Ribu Peserta, Menaker Sebut Peminat Terus Meningkat

“Kuliah saja tidak cukup, mahasiswa harus punya kemampuan untuk mengambil keputusan secara baik, salah satunya terkait keputusan keuangan. Itulah semangat yang melatarbelakangi terselenggaranya kegiatan ini,” kata Hasanuddin.

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Ilfi Nurdiana mengapresiasi kolaborasi OJK Malang, BI Malang, dan LPS II Surabaya dalam memberikan edukasi keuangan kepada mahasiswa.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut, karena mahasiswa memang sangat membutuhkan bekal semacam ini sejak dini,” ujar Ilfi.

OJK Malang menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia, LPS, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas literasi serta inklusi keuangan di wilayah Malang.

Melalui edukasi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengenali produk dan layanan keuangan, mengambil keputusan finansial secara bijak, serta menghindari berbagai bentuk layanan keuangan ilegal yang berpotensi merugikan.