Berbulan-Bulan Belajar di Ruang Darurat, Harapan Siswa SDN 1 Srigonco Akhirnya Mulai Menyala
CITILIVE – Sejak satu ruang kelas dibongkar untuk proyek pelebaran jalan nasional menuju Pantai Balekambang pada April 2026, belasan siswa SDN 1 Srigonco, Kecamatan Bantur, harus mengubah rutinitas belajarnya. Mereka sempat belajar di musala, lalu berpindah ke laboratorium yang disulap menjadi kelas darurat. Kini, setelah berbulan-bulan bertahan dalam keterbatasan, secercah harapan mulai hadir ketika Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang turun langsung mengukur lokasi pembangunan ruang kelas pengganti.
Bagi 17 siswa yang terdampak, ruang laboratorium bukanlah tempat belajar yang ideal. Meja dan kursi harus ditata ulang agar menyerupai ruang kelas. Sebelum laboratorium siap digunakan, mereka bahkan mengikuti pelajaran di musala sekolah.
Meski fasilitas terbatas, proses belajar tidak pernah berhenti. Guru dan orang tua bergotong royong memastikan anak-anak tetap bisa mengikuti pembelajaran setiap hari.
Kepala SDN 1 Srigonco, Kum’yah, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung sejak pembongkaran ruang kelas akibat proyek pelebaran jalan nasional.
“Kami tidak ingin anak-anak kehilangan hak belajarnya. Guru bersama wali murid bergotong royong menata laboratorium agar bisa dipakai sementara. Sebelumnya mereka bahkan belajar di musala,” ujarnya.

Menurutnya, pihak sekolah sebenarnya telah mengantisipasi dampak proyek tersebut jauh sebelum pembongkaran dilakukan. Sejak 2022, sekolah telah mengajukan pembangunan ruang kelas pengganti, ruang kepala sekolah, ruang guru, hingga ruang UKS yang ikut terdampak proyek.
Namun hingga pertengahan 2026, usulan tersebut belum terealisasi.
Di tengah penantian itu, Kamis (23/7/2026), harapan baru mulai muncul. Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang bersama tim konsultan datang melakukan survei dan pengukuran di lingkungan sekolah sebagai tahap awal pembangunan ruang kelas baru.
Selain mengukur lokasi ruang kelas yang hilang, tim juga memetakan pembangunan pagar sekolah. Keberadaan pagar dinilai mendesak karena bangunan sekolah kini berada semakin dekat dengan arus kendaraan di jalan nasional menuju kawasan wisata Pantai Balekambang.
Staf Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang, Novin S, mengatakan survei tersebut menjadi langkah awal sebelum proses pembangunan dilaksanakan.
“Kami melakukan pengukuran ruang yang terdampak dan lokasi pagar sekolah. Hasil survei akan kami laporkan kepada pimpinan. Mudah-mudahan tahun ini bisa segera direalisasikan. Prioritasnya adalah ruang kelas pengganti dan pagar untuk meningkatkan keselamatan murid,” katanya.
Ruang kelas yang direncanakan memiliki ukuran sekitar 7 x 7 meter, sedangkan pagar sekolah akan dibangun sepanjang kurang lebih 30 meter.
Bagi keluarga besar SDN 1 Srigonco, kehadiran tim survei bukan sekadar aktivitas teknis. Kedatangan mereka menjadi tanda bahwa penantian panjang untuk memiliki ruang belajar yang aman dan nyaman akhirnya mulai menemukan jalan keluar.
Saat ini SDN 1 Srigonco memiliki 124 siswa dengan dukungan 12 tenaga pendidik dan kependidikan. Mereka berharap proses administrasi dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan bisa segera dimulai, agar anak-anak tidak lagi belajar di ruang darurat dan kembali menikmati ruang kelas yang layak.
