Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
24/07/2026
CITILIVE

Kontras! Saat Warga Meniti Jembatan Bertali, Anak Pejabat Pamer Kemewahan: Flexing Berujung Pengunduran Diri Pejabat Aceh

Shinta lubis
  • Juli 24, 2026
  • 3 min read
Kontras! Saat Warga Meniti Jembatan Bertali, Anak Pejabat Pamer Kemewahan: Flexing Berujung Pengunduran Diri Pejabat Aceh

CITILIVE – Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Nevi Rizal, mengundurkan diri dari jabatannya setelah anak kandungnya menjadi sorotan publik akibat unggahan gaya hidup mewah (flexing) di media sosial.

Surat pengunduran diri disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Gayo Lues pada Kamis (23/7/2026). Dalam surat tersebut, Nevi menyatakan keputusan itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral dan etika sebagai pejabat publik.

“Meskipun persoalan tersebut bersifat pribadi, sebagai pejabat publik saya memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas, etika, serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah,” tulis Nevi dalam surat pengunduran dirinya.

Ia menilai polemik yang berkembang telah berpotensi mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah sehingga memilih melepaskan jabatannya.

“Demi menjaga nama baik institusi serta memberikan kesempatan agar proses evaluasi dan perbaikan dapat berjalan dengan baik, saya memilih mengundurkan diri dari jabatan yang saya emban,” ujarnya.

Kasus tersebut memicu reaksi luas karena unggahan sang anak muncul di tengah kondisi infrastruktur dan ekonomi masyarakat Gayo Lues yang masih menjadi perhatian. Salah satunya adalah beredarnya dokumentasi warga yang masih menggunakan jembatan penyeberangan sederhana dengan tali kawat sebagai pegangan untuk beraktivitas sehari-hari.

Pejabat Gayo Leus Aceh Mengundurkan diri

Sorotan publik semakin menguat setelah akun media sosial Dea Arranoya, anak kandung Nevi Rizal, menampilkan sejumlah konten yang dinilai memamerkan gaya hidup mewah. Salah satu unggahan yang paling banyak dikritik adalah video bertanggal 9 Desember 2025 yang memperlihatkan deretan jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM), di saat sebagian masyarakat menghadapi keterbatasan ekonomi.

Menyusul polemik tersebut, Dea menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui surat tertanggal 22 Juli 2026 yang ditandatangani di atas materai di Banda Aceh.

Baca Juga:  Muncul Dentuman Misterius di Malang, Berikut klarifikasi dari TNI dan Polri

Dalam pernyataannya, ia mengakui seluruh unggahan tersebut merupakan bentuk kelalaian dan ketidakdewasaan dalam menggunakan media sosial.

“Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan. Unggahan tersebut murni karena kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksananya saya dalam memanfaatkan media sosial,” tulis Dea.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, ia mengaku telah menghapus seluruh konten yang menjadi sorotan publik dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gayo Lues H. Maliki membenarkan telah menerima surat pengunduran diri Nevi Rizal. Pemerintah daerah akan memproses pengunduran diri tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami sudah menerima surat pengunduran diri beliau. Selanjutnya akan dipelajari dan diproses sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Maliki.

Selain memproses pengunduran diri tersebut, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues juga membentuk tim untuk menginvestigasi polemik yang berkembang.

“Hasilnya akan kami sampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Penanganan dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Maliki.