Senam Massal 2500 Siswa di GOR Ken Arok, Wali Kota Malang Dorong Semangat Ngalam Tahes
CITILIVE,MALANG – Sekitar 2.500 siswa dan guru dari jenjang Raudhatul Athfal (RA), Bustanul Athfal (BA), dan Taman Kanak-kanak (TK) se-Kecamatan Kedungkandang mengikuti senam massal di GOR Ken Arok, Kota Malang, Selasa (9/9/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut dihadiri langsung Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Selain menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan, kegiatan ini dimanfaatkan Pemerintah Kota Malang untuk mendorong penerapan pola hidup sehat sejak usia dini. Wahyu mengatakan, kegiatan olahraga bersama yang melibatkan ribuan siswa dan guru tersebut sejalan dengan semangat pembangunan Kota Malang, khususnya melalui program dan visi Ngalam Tahes.
“Senang sekali hari ini saya bisa bersama-sama senam massal bersama seluruh siswa RA, BA, dan TK se-Kecamatan Kedungkandang. Jumlahnya bersama guru total hampir 2.500,” kata Wahyu. Menurutnya, olahraga tidak hanya menjadi kegiatan seremonial dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan. Kebiasaan hidup sehat perlu ditanamkan dan dilakukan secara berkelanjutan sejak usia dini.
“Ini dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kenapa senam ini menjadi hal penting? Karena sesuai dengan visi dan misi saya, dengan dasar bakti yaitu Ngalam Tahes,” ujarnya. Wahyu menilai antusiasme ribuan anak yang mengikuti senam bersama menjadi energi positif dalam membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kebiasaan berolahraga yang terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. “Kita senam bersama-sama dan mereka juga senang. Ada saya untuk bisa memberikan semangat, sehingga Ngalam Tahes bisa tercapai,” imbuhnya.
Singgung Pencegahan Narkoba

Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga menyinggung upaya Pemerintah Kota Malang dalam meminimalkan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan generasi muda. Menurutnya, persoalan narkoba masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemkot Malang terus membangun sinergi dengan aparat kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memperkuat langkah pencegahan. “Ini tetap menjadi atensi kita. Untuk meminimalisir peredaran, kita sudah bekerja sama, baik dengan kepolisian maupun dengan BNN,” tegasnya.
Upaya pencegahan, lanjut Wahyu, dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk pelajar. Generasi muda perlu diberikan pemahaman mengenai risiko dan dampak penyalahgunaan narkoba terhadap masa depan. “Banyak hal yang kita lakukan, sosialisasi, kemudian juga memberikan contoh-contoh bahwa dengan narkoba ini masa depan akan suram,” jelasnya.
Wahyu memastikan sinergi Pemkot Malang bersama Polresta Malang Kota dan BNN akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda. Bagi Pemkot Malang, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bertumpu pada peningkatan kualitas pendidikan.
Pemerintah juga mendorong terbentuknya generasi yang sehat, produktif, serta terlindungi dari berbagai ancaman yang dapat mengganggu masa depan mereka. Senam massal yang melibatkan sekitar 2.500 siswa dan guru di GOR Ken Arok tersebut pun menjadi bagian dari upaya menanamkan pola hidup sehat sejak dini, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (Shin)
