Festival Mbois Diprediksi Tarik 10 Ribu Pengunjung per Hari, Dishub Malang Siapkan Kantong Parkir
CITILIVE – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi peningkatan arus kendaraan selama Festival Mbois di kawasan Gajayana. Berdasarkan estimasi panitia, jumlah pengunjung festival diperkirakan mencapai 6.000 hingga 10.000 orang setiap hari.
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, lonjakan jumlah pengunjung berpotensi menimbulkan bangkitan dan tarikan perjalanan yang berdampak langsung terhadap kondisi lalu lintas serta kebutuhan ruang parkir di sekitar lokasi kegiatan.
“Festival Mbois ini suatu konsekuensi ada timbul bangkitan dan tarikan,” ujar Widjaja, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, dua persoalan utama yang menjadi perhatian Dishub adalah ketersediaan ruang parkir dan kelancaran arus lalu lintas. Sebab, sebagian ruang parkir yang selama ini tersedia di kawasan tersebut turut digunakan untuk mendukung pelaksanaan Festival Mbois.
“Secara real, parkirlah yang menjadi perhatian dan arus lalu lintas,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi kekurangan kapasitas, Dishub membuka kemungkinan menyiapkan kantong parkir tambahan dengan memanfaatkan sejumlah parkir tepi jalan umum. Salah satu lokasi yang menjadi opsi berada di Jalan Welirang serta sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan Taman Slamet.

“Sebagian satuan ruang parkir kami digunakan untuk kegiatan. Sehingga satuan ruang parkir kami akan berkurang. Ini suatu konsekuensi, maka sangat dimungkinkan kita menggunakan sebagian parkir tepi jalan umum,” jelasnya.
Namun, Widjaja menegaskan pemanfaatan parkir tepi jalan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Dishub tidak ingin penambahan ruang parkir justru mengurangi kapasitas jalan dan memicu kemacetan.
Dishub juga belum menetapkan rekayasa atau pengalihan arus lalu lintas secara permanen. Pengaturan lalu lintas akan diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan tingkat kepadatan kendaraan.
“Kalau pengalihan arus lalu lintas sifatnya situasional. Kita nanti bekerja sama dengan Polresta. Lihat kondisional saja,” katanya.
Sebanyak 25 hingga 30 personel Dishub akan diterjunkan setiap hari untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan penataan parkir selama festival berlangsung.
Pengawasan tidak hanya dipusatkan di sekitar lokasi utama kegiatan. Dishub juga mengantisipasi dampak pergerakan kendaraan di sejumlah kawasan lain yang menjadi jalur keluar masuk pengunjung.
“Kita bukan hanya di daerah sini saja. Tentu ada tarikan yang lainnya, ada di Ijen, ada di Kelud. Artinya bukan hanya difokus di sini saja,” ujar Widjaja.
Personel akan disiagakan secara dinamis. Jika terjadi peningkatan kepadatan di titik tertentu, petugas akan melakukan pengaturan lalu lintas maupun penataan kendaraan untuk mencegah kemacetan meluas.
Widjaja mengimbau masyarakat dan pengunjung Festival Mbois untuk memperhatikan pengaturan lalu lintas serta memanfaatkan lokasi parkir yang telah disiapkan petugas.
Antisipasi tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di kawasan Gajayana dan sekitarnya, mengingat Festival Mbois diproyeksikan menjadi salah satu kegiatan dengan tingkat kunjungan cukup tinggi di Kota Malang.
