Bantuan 18 Ton Beras Disalurkan di Polowijen, Wali Kota Malang Harap Harga Pangan Terkendali
CITILIVE – Pemerintah mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat di Kota Malang. Sebanyak sekitar 18 ton beras disalurkan kepada 606 penerima manfaat di Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kamis (26/8/2026).
Penyaluran bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tersebut mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Pemerintah berharap distribusi bantuan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus ikut menjaga keterjangkauan harga beras di tengah dinamika cuaca dan harga komoditas.
Setiap penerima bantuan mendapatkan 10 kilogram beras untuk setiap alokasi. Bantuan pangan tersebut dialokasikan untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026, sehingga total bantuan yang diterima masing-masing keluarga mencapai 30 kilogram.
Wahyu mengatakan intervensi pemerintah diperlukan untuk menjaga stabilitas harga beras yang dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca.
“Karena cuaca ini, dengan El Niño dan lain-lain, akhirnya memengaruhi terkait dengan harga pasar,” ujar Wahyu.
Menurut dia, bantuan pangan menjadi salah satu langkah yang diharapkan mampu mengurangi tekanan terhadap pengeluaran masyarakat sekaligus menjaga harga beras agar tetap terjangkau.

“Jadi, dengan bantuan pangan ini mudah-mudahan bisa menekan harga beras,” tegasnya.
Penyaluran bantuan beras di Polowijen merupakan bagian dari program bantuan pangan pemerintah yang dilaksanakan melalui Perum Bulog. Program tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas pasokan dan harga pangan.
Selain membantu penerima manfaat, intervensi melalui cadangan pangan pemerintah juga menjadi salah satu instrumen untuk mengantisipasi gejolak harga komoditas strategis.
Antisipasi Dampak Perubahan Cuaca
Pemerintah juga memberi perhatian terhadap potensi dampak perubahan iklim terhadap sektor pangan. Kondisi cuaca ekstrem dan ancaman musim kering dapat memengaruhi produksi pertanian serta berimbas pada ketersediaan dan harga beras di pasaran.
Karena itu, pemerintah memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai langkah antisipasi. Cadangan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai stok penyangga nasional, tetapi juga dapat digunakan untuk melakukan intervensi ketika masyarakat menghadapi tekanan akibat kenaikan harga pangan.
Di tingkat daerah, penyaluran bantuan hingga kelurahan diharapkan dapat memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Bagi warga penerima, bantuan tersebut diharapkan mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Sementara dari sisi stabilitas pangan, distribusi beras pemerintah menjadi bagian dari upaya menjaga keterjangkauan komoditas yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
Pemkot Malang melalui perangkat daerah terkait akan terus mendukung pelaksanaan program stabilisasi pangan, terutama dalam menghadapi perubahan cuaca dan fluktuasi harga komoditas strategis.
Penyaluran bantuan pangan di Polowijen menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga dua hal sekaligus: daya beli masyarakat dan stabilitas harga beras di Kota Malang.
