Dosen UB Terapkan SPC untuk Perkuat Pengendalian Mutu Susu Pasteurisasi di Kota Batu
CITILIVE – Universitas Brawijaya (UB) mendorong penguatan pengendalian mutu produksi susu pasteurisasi melalui penerapan Statistical Process Control (SPC) di Koperasi Margo Makmur Mandiri, Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Program tersebut dilaksanakan tim Dosen Berkarya UB selama 13 Juli hingga 13 Agustus 2026 dengan melibatkan mahasiswa Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) UB 2026.
Penerapan SPC dilakukan untuk memantau proses produksi secara lebih terukur, khususnya dalam mengidentifikasi variasi proses yang berpotensi memengaruhi konsistensi dan mutu produk susu pasteurisasi.
Tim melakukan pengamatan langsung terhadap proses produksi sekaligus mengumpulkan dan mengolah data pada setiap batch produksi.
Data yang dicatat mencakup sejumlah parameter, mulai dari waktu dan durasi pasteurisasi, suhu pasteurisasi, volume susu yang diolah hingga volume produk yang dihasilkan.
Selain itu, tim juga melakukan pengamatan terhadap kondisi produk melalui pencatatan jumlah produksi, pengambilan sampel serta identifikasi berbagai bentuk kerusakan.

Jenis kerusakan yang menjadi perhatian antara lain susu pecah atau menggumpal, pemisahan lemak, keberadaan benda asing atau kotoran, tutup botol yang tidak rapat, kebocoran, botol penyok, logo miring atau rusak, botol melembung hingga botol yang tidak bersih.
Ketua Program Dosen Berkarya UB, Ahmad Zaki Mubarok, S.TP., M.Si., Ph.D., mengatakan pengendalian mutu berbasis data diperlukan agar evaluasi proses produksi tidak hanya didasarkan pada pengamatan subjektif.
Dalam penerapannya, tim menggunakan sejumlah perangkat Statistical Process Control untuk membaca kondisi proses produksi dan menentukan persoalan yang perlu menjadi prioritas perbaikan.
X̄ Chart dan R Chart digunakan untuk memantau kestabilan serta variasi volume pengisian produk. Sementara P Chart digunakan untuk melihat proporsi produk yang mengalami kerusakan.
“Analisis juga dilakukan menggunakan diagram Pareto untuk menentukan jenis kerusakan yang paling dominan. Pendekatan tersebut membantu tim menentukan masalah yang perlu diprioritaskan sehingga evaluasi tidak hanya didasarkan pada pengamatan subjektif, tetapi juga pada data yang telah dikumpulkan,” ujar Ahmad Zaki.
Selain menggunakan peta kendali statistik, tim juga menerapkan Fishbone Diagram atau diagram sebab-akibat untuk mengidentifikasi kemungkinan faktor yang memicu munculnya persoalan dalam proses produksi.
Analisis dilakukan dengan melihat sejumlah aspek, seperti faktor manusia, mesin, metode, material, lingkungan hingga pengukuran.
Hasil pengamatan dan analisis tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam menyusun rekomendasi perbaikan yang disesuaikan dengan kondisi produksi di Koperasi Margo Makmur Mandiri.
Salah satu mahasiswa pelaksana PMM, Malya Yasmin Dwiannisa, mengatakan penerapan SPC memberikan gambaran yang lebih sistematis mengenai variasi yang terjadi selama proses produksi susu pasteurisasi.
“Penerapan SPC kami lakukan untuk membantu memantau proses pasteurisasi secara lebih terukur, sehingga variasi yang dapat memengaruhi mutu susu bisa segera diketahui dan diminimalkan. Harapannya, kualitas susu yang dihasilkan dapat lebih konsisten dan memenuhi kelayakan pasar,” ujarnya.
Menurut Malya, data produksi yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai catatan operasional dapat dimanfaatkan lebih jauh untuk mengidentifikasi bagian proses yang membutuhkan evaluasi.
“Yang kami pelajari dari kegiatan ini adalah bahwa data produksi tidak hanya menunjukkan hasil akhir, tetapi juga dapat membantu menemukan bagian proses yang perlu dievaluasi,” katanya.
Melalui penerapan SPC, catatan mengenai volume pengisian dan temuan produk rusak tidak lagi berdiri sendiri. Seluruh data dianalisis dalam satu sistem untuk mengetahui pola variasi dan menentukan titik proses yang membutuhkan perhatian.
Program tersebut diharapkan dapat membantu mitra menerapkan pengendalian mutu secara lebih berkelanjutan, terutama dalam menjaga konsistensi proses produksi susu pasteurisasi.
Dengan pemantauan berbasis data, potensi penyimpangan dalam proses produksi diharapkan dapat lebih cepat terdeteksi sehingga langkah perbaikan dapat dilakukan sebelum berdampak lebih luas terhadap mutu produk.
Penerapan Statistical Process Control ini juga menjadi bagian dari upaya UB mendorong transfer pengetahuan dan teknologi kepada pelaku usaha berbasis masyarakat.
Ke depan, sistem pengendalian proses tersebut diharapkan dapat membantu Koperasi Margo Makmur Mandiri menjaga kualitas susu pasteurisasi secara lebih konsisten, meningkatkan keamanan dan kelayakan produk, serta memperkuat daya saing di pasar.
