Ali Muthohirin Siapkan Liga dan Trofeo Rutin, Sepak Bola Malang Mulai Bangkit
SPORTLIVE – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai menghidupkan kembali aktivitas sepak bola di Stadion Gajayana melalui Trofeo Day yang mempertemukan SAM FC, Persema Legend, dan Justice FC, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal mengembalikan Stadion Gajayana sebagai pusat pembinaan dan aktivitas sepak bola masyarakat.
Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengatakan Trofeo Day tidak hanya menjadi ajang pertandingan persahabatan, tetapi juga bagian dari upaya membangkitkan kembali atmosfer sepak bola di Kota Malang.
“Kami ingin menghidupkan kembali semangat dan gelora sepak bola di Kota Malang. Siapa pun boleh mengajak bertanding persahabatan dengan kami atau dengan komunitas lainnya untuk meramaikan Stadion Gajayana,” kata Ali.

Menurutnya, Pemkot Malang membuka kesempatan seluas-luasnya bagi klub, komunitas, maupun masyarakat umum untuk memanfaatkan Stadion Gajayana sebagai ruang olahraga bersama. Jadwal pertandingan maupun latihan akan diumumkan melalui media sosial resmi sehingga dapat diikuti masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Malang bersama Persema Legend akan menggelar pertandingan persahabatan secara rutin dua kali setiap bulan, yakni pada pertengahan dan akhir bulan. Pertandingan akan melibatkan klub lokal, komunitas sepak bola, hingga tim dari luar daerah.
Selain itu, Pemkot Malang juga tengah menyiapkan kompetisi sepak bola usia dini bekerja sama dengan asosiasi mini soccer. Kompetisi tersebut akan menyasar pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA sebagai bagian dari pembinaan atlet sejak usia muda.
Sementara itu, penyelenggaraan kompetisi kategori umum masih dalam tahap kajian, terutama terkait aspek keamanan dan kesiapan pelaksanaan.
Untuk mendukung setiap pertandingan, Pemkot Malang menggandeng berbagai pihak, termasuk PMI, tenaga kesehatan, dan rumah sakit, guna memastikan layanan medis tersedia selama kegiatan berlangsung.
Ali menegaskan seluruh kegiatan tersebut diberikan secara gratis. Biaya penggunaan lapangan ditanggung oleh Pemkot Malang agar masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap fasilitas olahraga.
“Kami tidak ingin membebani masyarakat. Yang penting masyarakat bisa berolahraga, sehat, dan sepak bola Kota Malang kembali hidup,” tegasnya.
Ke depan, kegiatan serupa tidak hanya dipusatkan di Stadion Gajayana, tetapi juga akan digelar di berbagai lapangan milik Pemkot Malang untuk memperluas pembinaan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam olahraga sepak bola.
