76 UMKM Kota Malang Tembus Pasar Ekspor, Pemkot Bidik Tambah 10 Eksportir Baru pada 2026
CITILIVE – Sebanyak 76 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Malang berhasil menembus pasar internasional dengan mengekspor produknya ke berbagai negara. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menargetkan jumlah tersebut bertambah 5 hingga 10 UMKM lagi sebelum akhir 2026.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan capaian tersebut menunjukkan daya saing produk UMKM Kota Malang terus meningkat di pasar global.
“Total sampai sekarang sudah ada 76 UMKM yang ekspor. Terakhir, produk Sambal Mamani berhasil menembus pasar Malaysia,” ujar Eko, Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, produk ekspor UMKM Kota Malang didominasi sektor makanan olahan, kerajinan, dan konveksi. Produk-produk tersebut telah dipasarkan ke sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Selandia Baru (New Zealand), hingga kawasan Timur Tengah.
Melihat tren tersebut, Pemkot Malang optimistis jumlah eksportir baru akan terus bertambah. Saat ini sejumlah UMKM masih menjalani proses kurasi untuk memastikan produk memenuhi standar pasar internasional.
“Tahun ini kami menargetkan ada tambahan sekitar lima sampai sepuluh UMKM yang bisa ekspor. Mayoritas berasal dari sektor makanan olahan dan kerajinan,” katanya.
Eko menjelaskan, setiap pelaku usaha harus memenuhi berbagai persyaratan sebelum menembus pasar ekspor, mulai dari legalitas usaha, sertifikasi halal, kualitas produk, hingga kemasan yang sesuai standar internasional.
Ia menambahkan, peningkatan jumlah UMKM berorientasi ekspor juga berdampak langsung terhadap perekonomian daerah. Nilai transaksi dari aktivitas ekspor UMKM Kota Malang diperkirakan mencapai sekitar Rp5 miliar per tahun, sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja seiring meningkatnya kapasitas produksi.
Untuk memperluas pasar internasional, Pemkot Malang terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui fasilitasi perizinan, mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli (buyer), hingga memperkuat koordinasi dengan Bea Cukai.
“Kami ingin semakin banyak UMKM Kota Malang mampu bersaing di pasar global dan menjadikan ekspor sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Eko.
