Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
07/05/2026
SMARTLIVE

Rektor UIN Malang Desak Pembangunan RS Pendidikan, Klaim FKIK Sudah Layak Tambah Kuota Dokter

rifamahmudah
  • Mei 7, 2026
  • 2 min read
Rektor UIN Malang Desak Pembangunan RS Pendidikan, Klaim FKIK Sudah Layak Tambah Kuota Dokter

SMARTLIVE – Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Ilfi Nur Diana, mendesak percepatan pembangunan rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Malang. Menurutnya, keberadaan rumah sakit pendidikan menjadi kebutuhan mendesak agar kampus dapat meningkatkan kapasitas pendidikan dokter di tengah tingginya kebutuhan tenaga medis nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus di kampus FKIK UIN Malang kawasan Batu, Kamis (7/5/2026).

Ilfi menegaskan, FKIK UIN Malang telah menunjukkan capaian akademik yang dinilai layak untuk memiliki rumah sakit pendidikan sendiri. Ia menyebut tingkat kelulusan mahasiswa kedokteran pada ujian nasional mencapai 100 persen tanpa peserta mengulang ujian.

“Lulusan kedokteran kami seratus persen lulus ujian nasional tanpa ada yang mengulang. Ini capaian yang sangat membanggakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini Program Studi Kedokteran UIN Malang telah meluluskan sekitar 173 dokter. Sementara Program Studi Farmasi dan Profesi Apoteker juga mencatat tingkat kelulusan 100 persen.

Menurutnya, keterbatasan rumah sakit mitra saat ini menjadi kendala utama dalam menambah kuota mahasiswa kedokteran. FKIK UIN Malang hanya mampu menerima sekitar 100 mahasiswa baru setiap tahun karena keterbatasan kapasitas praktik klinik.

“Kami benar-benar membutuhkan rumah sakit pendidikan sendiri. Kalau tidak memiliki RSP, kami tidak bisa menambah jumlah mahasiswa lebih besar lagi karena keterbatasan kuota praktik,” tegasnya.

Ilfi mengatakan, rumah sakit pendidikan yang direncanakan akan dibangun di atas lahan sekitar 6,5 hektare tersebut diproyeksikan menjadi pusat layanan geriatri dan rehabilitasi penyakit katastropik, seperti pemulihan pasca-stroke, rehabilitasi kanker, hingga penanganan penyakit kronis.

Konsep rumah sakit akan mengedepankan layanan rehabilitatif dengan dukungan fasilitas berbasis cottage agar pasien dapat menjalani masa pemulihan bersama keluarga dalam suasana yang nyaman.

Baca Juga:  Menjaga Kelestarian Budaya dengan Program Pendidikan Vokasi UI

Pada tahap awal, rumah sakit dirancang berstatus tipe C dan akan dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus menilai kawasan Kota Batu memiliki potensi besar untuk pengembangan layanan rehabilitasi kesehatan karena didukung kondisi lingkungan dan kualitas udara yang baik.

“Lokasi ini sangat bagus untuk layanan rehabilitasi pasien penyakit katastropik seperti stroke, kanker, dan fisioterapi jangka panjang,” ujarnya.

Ilfi berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat realisasi pembangunan rumah sakit pendidikan tersebut. Menurutnya, pembangunan rumah sakit bukan hanya kepentingan kampus, tetapi juga bagian dari penguatan layanan kesehatan masyarakat di Malang Raya. “Membangun rumah sakit pendidikan UIN Malang berarti membangun Malang Raya dan juga Indonesia,” pungkasnya. (Shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *