Pemkot Malang Resmikan 4 Dapur Gizi, Wali Kota Wahyu Targetkan Tekan Masalah Stunting
CITILIVE – Pemerintah Kota Malang meresmikan empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai upaya memperkuat program pemenuhan gizi masyarakat dan percepatan penanganan stunting, Kamis (7/5/2026). Peresmian dipusatkan di SPPG Kedungkandang Buring 03, Jalan Mayjen Sungkono Gang IV, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Empat SPPG yang mulai dioperasikan berada di wilayah Kedungkandang Buring 2, Kedungkandang Buring 3, Sukun Bandungrejosari 3, dan Lowokwaru Tlogomas 2. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung layanan pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Wahyu Hidayat menegaskan persoalan gizi tidak bisa ditangani pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor mulai dari tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat hingga warga.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memastikan setiap anak di Kota Malang mendapatkan asupan gizi yang optimal. Masalah gizi adalah tanggung jawab bersama demi menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” ujarnya. Menurutnya, keberadaan SPPG tidak hanya berfungsi sebagai pusat penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menjadi sarana edukasi pola makan sehat bagi masyarakat.
Ia meminta seluruh pengelola menjaga kualitas layanan, mulai dari pengadaan bahan pangan, proses pengolahan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
“Seluruh proses harus dilakukan secara profesional dan memenuhi standar keamanan pangan. Jangan sampai kepercayaan masyarakat hilang hanya karena kelalaian dalam menjaga kualitas dan kebersihan,” tegasnya.
Wahyu juga menginstruksikan perangkat daerah melakukan pengawasan rutin untuk memastikan operasional SPPG berjalan optimal dan tepat sasaran.
Selain fokus pada anak-anak, Pemkot Malang juga menaruh perhatian terhadap pemenuhan gizi ibu hamil sebagai bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini.
“Kita ingin memastikan ibu hamil mendapatkan perhatian yang baik agar proses kehamilan hingga persalinan berjalan sehat,” katanya.
Sementara itu, Direktur Tauwas Wilayah 1 Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Harjito B., menyebut capaian layanan program gizi di Kota Malang saat ini masih berada di angka sekitar 16 persen sehingga perlu perluasan jangkauan penerima manfaat.
“Artinya masih ada sekitar 84 persen lagi yang perlu dijangkau. Karena itu kami mendorong penguatan pendataan agar seluruh sasaran benar-benar terlayani,” jelasnya.
BGN juga meminta penguatan koordinasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga Kementerian Agama untuk menyinkronkan data penerima manfaat program.
Menurut Harjito, percepatan pemenuhan gizi nasional membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, hingga yayasan pengelola dapur gizi. Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Malang yang dinilai aktif mendukung penguatan program pemenuhan gizi nasional di daerah. (Shin)
