Mlebu Metu Siapkan Panggung “Ngleremno Ati”, Kritik Kota Dikemas Lewat Musik dan Visual Arts
CITILIVE – Kelompok Bermain Mlebu Metu akan menggelar pertunjukan seni bertajuk “Ngleremno Ati” di Amphiteater Critasena Senaputra, Jumat (8/5/2026). Pertunjukan ini mengusung konsep performance art kolaboratif yang memadukan musik, puisi, monolog, visual mapping, hingga seni gerak untuk mengajak publik merefleksikan kondisi sosial Kota Malang.
Berbeda dari pertunjukan hiburan konvensional, “Ngleremno Ati” dirancang sebagai ruang dialog dan refleksi publik. Penonton diajak melihat berbagai persoalan kota secara lebih dekat melalui pendekatan artistik yang dikemas dalam berbagai segmen pertunjukan.
Salah satu konsep utama yang diangkat dalam perhelatan ini adalah jargon “diskusi tanpa solusi”, sebagai simbol ajakan untuk tidak terburu-buru menghakimi persoalan sosial, melainkan memahami realitas yang selama ini kerap diabaikan.
Pertunjukan dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB dan dibagi dalam sejumlah segmen tematik. Selain pertunjukan musik dan performance art, acara juga menghadirkan sesi interaksi langsung dengan audiens bertajuk “saur manuk”.

Panitia menyebut, seluruh elemen pertunjukan akan disusun secara emosional dan reflektif melalui perpaduan bunyi, gerak, coretan visual, hingga teknologi video mapping yang merespons setiap adegan di atas panggung.
Perhelatan ini juga melibatkan sejumlah seniman dan budayawan Kota Malang, di antaranya Djoko Saryono, Anto Baret, Winarto Ekram, Bejo Sandy, Priyo Sunanto Sidhy, hingga Denny Mizhar.
Koordinator komunitas kreatif yang terlibat menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan kolektif untuk menghidupkan ruang seni yang lebih dekat dengan masyarakat.
Selain menjadi ruang ekspresi seni, pertunjukan ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI dan LPDP melalui program Dana Indonesiana. Dukungan tersebut dinilai menjadi pengakuan terhadap gerakan budaya berbasis komunitas yang berkembang di Kota Malang.
Sejumlah pelaku industri kreatif lokal juga turut mendukung penyelenggaraan acara, di antaranya Holution, Imagine, Roemah Mlebu Metu, hingga Malang Creative Fusion (MCF).
Kelompok Bermain Mlebu Metu sendiri merupakan kolektif seni asal Kota Malang yang aktif sejak 2021. Kelompok ini dikenal mengusung konsep eksplorasi bunyi, ruang, dan gerak dalam format performance art eksperimental. Melalui pertunjukan “Ngleremno Ati”, mereka berharap ruang seni tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga medium refleksi sosial dan penguatan kesadaran publik terhadap dinamika kehidupan perkotaan. (shin)
