Pemkot Batu Ajukan Rp140 Miliar, Siapkan 10 TPS3R Baru untuk Kurangi Sampah Harian
CITILIVE, BATU– Pemerintah Kota Batu mengajukan anggaran sebesar Rp140 miliar melalui program Local Service Development Project (LSDP) untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah hingga 2029 mendatang. Salah satu fokus utama program tersebut adalah pembangunan 10 Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) komunal baru.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni Kurniawan, mengatakan setiap TPS3R dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 10 ton sampah per hari.
“Rencana induk kita adalah desentralisasi sampah organik dan anorganik di tingkat desa, sementara residu disentralisasi di TPST,” ujarnya.
Selain membangun TPS3R, Pemkot Batu juga menyiapkan transformasi TPA Tlekung menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang difokuskan untuk menangani sampah residu.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi persoalan sampah yang sulit terurai, seperti pampers dan pembalut, yang selama ini kerap memicu praktik pembakaran sampah ilegal di tingkat desa.
DLH Kota Batu mencatat volume sampah harian di wilayahnya mencapai sekitar 125 ton per hari. Beberapa wilayah seperti Bulukerto, Bumiaji, dan Ngaglik disebut masih membutuhkan fasilitas pengolahan sampah mandiri agar tidak terjadi penumpukan sampah di lingkungan permukiman.
Selain itu, Pemkot Batu juga mulai memperkuat pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Saat ini terdapat 16 rumah kompos dan 14 di antaranya telah aktif beroperasi.
Pemerintah daerah juga tengah mencari mitra penyerapan hasil kompos agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi.
Melalui program ini, Pemkot Batu menargetkan sistem pengelolaan sampah menjadi lebih modern, terintegrasi, dan mampu menekan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir. (Shin)
