Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
20/09/2026
SMARTLIVE

Mahasiswi FTIK UIN Malang Raih Juara 1 Lewat Inovasi Media Pembelajaran

rifamahmudah
  • September 20, 2026
  • 5 min read
Mahasiswi FTIK UIN Malang Raih Juara 1 Lewat Inovasi Media Pembelajaran

SMARTLIVE – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Tiga mahasiswi dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) berhasil mengharumkan nama kampus dengan meraih Gold Medal atau Juara 1 pada ajang PORSI JAWARA II 2026 Cabang Inovasi Media Pembelajaran. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas, kerja sama, dan keberanian dalam mengembangkan ide mampu membawa mahasiswa meraih prestasi di tingkat nasional.

Ketiga mahasiswi tersebut adalah Saniya Alin Salsabila dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Fatimah Robiatus Tsaniyyah dan Puspaningrum Aprilia Rahmawati dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Mereka sukses menampilkan inovasi media pembelajaran yang mampu menarik perhatian dewan juri hingga akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama dalam kompetisi yang berlangsung di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Keberhasilan ini bukan hanya tentang meraih medali emas, tetapi juga menjadi cerita tentang bagaimana sebuah gagasan yang dikembangkan bersama dapat berkembang menjadi karya yang diapresiasi di tingkat kompetisi nasional.

Berawal dari Semangat Mengembangkan Inovasi Pendidikan

Dunia pendidikan terus berkembang dan membutuhkan berbagai inovasi yang mampu menjawab tantangan pembelajaran masa kini. Mahasiswa sebagai calon pendidik tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan solusi kreatif yang dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Semangat inilah yang mendorong Saniya, Fatimah, dan Puspaningrum untuk berkolaborasi dalam menciptakan sebuah media pembelajaran yang inovatif. Meskipun berasal dari program studi yang berbeda, mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan gagasan yang bermanfaat bagi dunia pendidikan. Perbedaan latar belakang akademik justru menjadi kekuatan tersendiri bagi tim. Setiap anggota membawa perspektif, pengalaman, dan cara pandang yang berbeda sehingga mampu memperkaya proses pengembangan karya yang mereka siapkan untuk kompetisi.

Baca Juga:  Game On! STIKI Malang Dorong Kreativitas Siswa Lewat Workshop Low-Code Game Development

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa inovasi sering kali lahir dari keberagaman ide dan kemampuan yang dipadukan dalam satu tujuan bersama.

Melangkah ke Babak Final PORSI JAWARA II

Perjalanan menuju podium juara tentu tidak diraih secara instan. Setelah melalui tahapan seleksi dan penilaian, tim UIN Malang berhasil masuk ke babak final PORSI JAWARA II 2026 Cabang Inovasi Media Pembelajaran. Babak final dilaksanakan pada Sabtu, 13 September 2026, di Meeting Room Gedung FTIK UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kompetisi ini mempertemukan sepuluh finalis terbaik yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan membawa inovasi media pembelajaran unggulan masing-masing. Sebelum memasuki sesi presentasi, seluruh finalis mengikuti proses registrasi dan persiapan teknis. Acara kemudian dibuka secara resmi dan dilanjutkan dengan sambutan dari panitia serta penjelasan mengenai mekanisme perlombaan. Suasana kompetisi terasa semakin menegangkan ketika para peserta mulai menunggu giliran tampil. Bagi setiap finalis, waktu menunggu bukan hanya sekadar jeda sebelum presentasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempersiapkan diri, menjaga konsentrasi, dan memastikan seluruh materi yang akan disampaikan dapat dipresentasikan secara maksimal.

Tampil Percaya Diri di Hadapan Dewan Juri

Dalam urutan presentasi finalis, tim UIN Malang mendapatkan kesempatan tampil sebagai peserta ke-7 dari total sepuluh tim yang berlaga.Momen tersebut menjadi salah satu titik paling penting dalam perjalanan mereka. Setelah melalui proses panjang dalam mengembangkan media pembelajaran dan menyiapkan berbagai kebutuhan presentasi, kini saatnya mereka menunjukkan kualitas karya di hadapan dewan juri. Presentasi tidak hanya menuntut peserta mampu menjelaskan ide yang dimiliki, tetapi juga menunjukkan keunggulan, manfaat, dan nilai inovatif dari media pembelajaran yang dikembangkan. Selain itu, peserta juga harus mampu menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan oleh dewan juri secara meyakinkan. Dengan persiapan yang matang dan kerja sama yang baik, ketiga mahasiswi tersebut berhasil menyampaikan gagasan mereka dengan percaya diri. Mereka menunjukkan bagaimana media pembelajaran yang dikembangkan dapat memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan serta menjadi solusi yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini.

Baca Juga:  Tiga Siswa MAN 1 Kota Malang, Lolos KSN Tingkat Provinsi

Berhasil Meraih Gold Medal dan Juara 1

Setelah seluruh finalis menyelesaikan presentasi dan melalui proses penilaian, tibalah saat yang paling dinantikan, yaitu pengumuman pemenang. Hasil yang diumumkan membawa kabar membanggakan bagi UIN Malang. Tim yang terdiri atas Saniya Alin Salsabila, Fatimah Robiatus Tsaniyyah, dan Puspaningrum Aprilia Rahmawati berhasil meraih Gold Medal sekaligus Juara 1 Cabang Inovasi Media Pembelajaran PORSI JAWARA II 2026. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa karya mahasiswa UIN Malang mampu bersaing dan mendapatkan apresiasi tertinggi di tingkat nasional. Keberhasilan mereka juga menunjukkan bahwa kreativitas mahasiswa dalam bidang pendidikan memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Medali emas yang diraih bukan sekadar simbol kemenangan dalam sebuah perlombaan. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas proses panjang yang telah mereka lalui, mulai dari merancang ide, mengembangkan karya, mempersiapkan presentasi, hingga tampil di hadapan dewan juri.

Bukti Mahasiswa Mampu Menjadi Agen Perubahan PendidikanKeberhasilan tim UIN Malang dalam kompetisi ini membawa pesan penting bahwa mahasiswa memiliki peran besar dalam mendorong inovasi pendidikan. Sebagai calon pendidik, mahasiswa tidak hanya belajar memahami teori dan konsep pembelajaran. Mereka juga dituntut untuk memiliki kreativitas dalam menemukan solusi terhadap berbagai tantangan yang muncul di dunia pendidikan. Ajang Inovasi Media Pembelajaran menjadi wadah yang tepat untuk menunjukkan kemampuan tersebut. Melalui kompetisi ini, mahasiswa didorong untuk berpikir kreatif, mengembangkan ide, serta menghadirkan karya yang dapat memberikan manfaat nyata bagi proses pembelajaran.Saniya, Fatimah, dan Puspaningrum telah membuktikan bahwa gagasan yang dirancang dengan sungguh-sungguh dan diperjuangkan bersama dapat berkembang menjadi prestasi yang membanggakan.

Menginspirasi Mahasiswa untuk Terus Berkarya

Prestasi yang diraih ketiga mahasiswi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berani berkarya dan berinovasi. Dunia pendidikan membutuhkan generasi yang tidak hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga mampu menciptakan perubahan melalui ide-ide kreatif yang dimiliki. Perjalanan mereka menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kerja sama tim, komitmen, dan semangat untuk terus belajar. Dari ruang final di Pekalongan, mereka membawa pulang lebih dari sekadar medali emas. Mereka membawa pengalaman berharga tentang arti kolaborasi, perjuangan, dan keberanian untuk memperkenalkan karya kepada publik yang lebih luas. Pada akhirnya, kemenangan ini menjadi bukti bahwa ketika kreativitas dipadukan dengan kerja keras dan semangat kebersamaan, sebuah gagasan sederhana dapat berkembang menjadi inovasi yang mengharumkan nama almamater. Saniya, Fatimah, dan Puspaningrum telah menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu menjadi pembelajar, tetapi juga pencipta perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan Indonesia. (Shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *