Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
28/09/2026
SMARTLIVE

1620 Mahasiswa Baru Unisma Ikuti OSHIKA 2026, Langsung Dikenalkan SDGs dan Pengabdian

rifamahmudah
  • September 28, 2026
  • 3 min read
1620 Mahasiswa Baru Unisma Ikuti OSHIKA 2026, Langsung Dikenalkan SDGs dan Pengabdian

SMARTLIVE,MALANG — Sebanyak 1.620 mahasiswa baru Universitas Islam Malang (Unisma) mengikuti rangkaian Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (OSHIKA MABA) 2026. Tahun ini, mahasiswa tidak hanya dikenalkan dengan sistem akademik dan kehidupan kampus, tetapi juga diarahkan memahami isu pembangunan global melalui 17 Sustainable Development Goals (SDGs).

Rektor Unisma Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D. mengatakan pengenalan SDGs menjadi bagian dari upaya membangun pola pikir mahasiswa sejak awal perkuliahan agar pendidikan yang dijalani dapat memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat.

Konsep tersebut dibawa melalui tema “UNISMA Bermanfaat, UNISMA Berdampak”, yang diselaraskan dengan kebijakan perguruan tinggi berdampak.

“Yang ditekankan pada OSHIKA MABA kali ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, yaitu perguruan tinggi berdampak. Sehingga kita juga menekankan UNISMA bermanfaat, UNISMA berdampak,” ujar Junaidi.

Menurutnya, mahasiswa baru tidak cukup hanya memahami sistem perkuliahan. Mereka juga perlu mengetahui persoalan sosial, lingkungan, ekonomi, dan kemanusiaan yang menjadi bagian dari agenda pembangunan dunia.

“Supaya berdampak, program-program nyatanya dikaitkan pertama mulai penyadaran pada cara berpikir mahasiswa baru dengan mengenalkan ke-17 SDGs yang merupakan program dunia,” katanya.

Pengenalan tersebut kemudian dilanjutkan dengan kegiatan nyata selama rangkaian penyambutan mahasiswa baru. Salah satunya melalui kegiatan pengabdian agar mahasiswa mulai menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dengan kebutuhan masyarakat.

“Mahasiswa sudah kenal dengan ke-17 program SDGs itu, kemudian implementasinya yang sedang kita laksanakan dalam tiga hari, bahkan satu minggu ke depan ini. Sehingga nanti akan ada beberapa kegiatan pengabdian juga, sehingga mahasiswa lebih berdampak,” imbuhnya.

OSHIKA MABA 2026 berlangsung pada 28–30 September 2026 setelah Pra-OSHIKA pada 27 September. Rangkaian penyambutan kemudian dilanjutkan dengan Halaqoh Diniyah pada 1–3 Oktober 2026.

Baca Juga:  Hari Tasyrik, Pengertian, Amalan yang Dilarang dan Dianjurkan

Wakil Rektor III Unisma Dr. H. Muhammad Yunus, M.Pd. sebelumnya menyampaikan bahwa 1.620 mahasiswa program reguler mengikuti rangkaian awal secara luring.

Sementara mahasiswa dari program lain memiliki mekanisme dan jadwal berbeda. Program profesi, misalnya, disiapkan mengikuti kegiatan secara daring, sedangkan mahasiswa Pascasarjana S2 dan S3 dijadwalkan mengikuti OSHIKA MABA pada 3 Oktober 2026.

Junaidi mengatakan perbedaan pola pelaksanaan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kelompok mahasiswa.

“Untuk tahap satu dan dua ini diselenggarakan secara offline. Nanti tahap ketiga untuk mahasiswa profesi itu kita selenggarakan secara online,” ujarnya.

Mahasiswa Internasional Bertambah

OSHIKA MABA tahun ini juga berlangsung dengan semakin beragamnya latar belakang mahasiswa Unisma. Hingga pelaksanaan awal, tercatat 37 mahasiswa baru dari luar negeri telah terdaftar untuk Tahun Akademik 2026/2027, di luar peserta program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Namun, belum seluruh mahasiswa internasional tersebut berada di Malang karena sebagian masih menyelesaikan proses administrasi dan izin masuk ke Indonesia.

Pada awal OSHIKA MABA, sekitar sembilan hingga sepuluh mahasiswa internasional telah menyelesaikan proses visa dan hadir di kampus.

Selain mahasiswa reguler internasional, Unisma juga menjalankan program BIPA dengan dua skema, yakni pembelajaran secara langsung di kampus dan pembelajaran daring dari negara asal peserta.

Untuk program tersebut, Unisma sejauh ini telah menerima sekitar 30 peserta dan proses rekrutmen masih berlangsung. Dengan rangkaian OSHIKA MABA 2026, Unisma menempatkan masa awal perkuliahan bukan hanya sebagai proses adaptasi terhadap lingkungan kampus, tetapi juga sebagai tahap awal membangun kesadaran mahasiswa mengenai persoalan masyarakat dan kontribusi yang dapat diberikan melalui pendidikan tinggi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *