Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
22/08/2026
CITILIVE

Wisuda ke-52 UNITRI, 400 Lulusan Didorong Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat

Shinta lubis
  • Agustus 22, 2026
  • 4 min read
Wisuda ke-52 UNITRI, 400 Lulusan Didorong Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat

SMARTLIVE – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang mengukuhkan 400 lulusan program sarjana dan magister dalam Wisuda ke-52 Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (22/8/2026).

Dalam momentum tersebut, Rektor UNITRI Malang Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D., menegaskan bahwa gelar akademik bukan menjadi akhir dari proses pendidikan. Para lulusan justru didorong untuk membuktikan ilmu yang diperoleh melalui kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Lulusan itu adalah sebuah beban, beban yang harus segera diberikan kepada masyarakat. Artinya, kontribusi apa ke masyarakat yang harus disampaikan dan diaktualisasikan,” ujar Dodi.

Menurutnya, kontribusi lulusan tidak harus selalu dilakukan melalui lembaga atau program berskala besar. Alumni dapat mengambil peran mulai dari lingkungan terkecil, komunitas, instansi pemerintah, dunia usaha, organisasi hingga membangun kegiatan kewirausahaan.

80 Persen Alumni Terserap Dunia Kerja dan Usaha

Dodi menyebut kemampuan beradaptasi menjadi salah satu modal penting yang dimiliki lulusan UNITRI, terutama bagi alumni yang kembali dan berkarier di daerah asalnya.

Berdasarkan hasil tracer study UNITRI, sekitar 80 persen alumni telah terserap dalam dunia kerja, menjalankan usaha maupun terlibat dalam aktivitas produktif lainnya.

“Yang paling membanggakan dari lulusan UNITRI kalau di daerah, mereka cukup punya kemampuan bersaing lebih bagus. Data tracer study kita menunjukkan 80 persen alumni terserap di dunia kerja atau menjadi wirausahawan,” katanya.

Capaian tersebut, menurut Dodi, menjadi salah satu indikator bahwa lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya dibekali kompetensi akademik, tetapi juga harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Kompetensi Tak Cukup Hanya dari Ijazah

UNITRI kini memperkuat pembekalan mahasiswa melalui berbagai program pengembangan keterampilan di luar materi akademik.

Baca Juga:  Nuansa Jaman Dulu, Gebyar Plasoan Timur Jadoel

Salah satunya dilakukan melalui kursus singkat dan penguatan kompetensi sebagai nilai tambah bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.

“Paling tidak kami sudah melakukan kursus-kursus singkat untuk memberi nilai tambah dari pendidikan yang diperoleh pada saat perkuliahan,” jelasnya.

Penguatan kompetensi tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing lulusan. Sertifikasi dan berbagai kompetensi pendamping diharapkan dapat memberikan nilai tambah ketika alumni memasuki pasar kerja yang semakin kompetitif.

Perkuat Jejaring Alumni hingga Tingkat Nasional

Selain penguatan kompetensi, UNITRI juga mulai memperluas jaringan alumni di berbagai daerah.

Jika sebelumnya komunikasi alumni lebih banyak dilakukan melalui koordinator wilayah, kini UNITRI telah membentuk jaringan perwakilan pada tingkat nasional.

Jaringan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga menjadi penghubung antara kampus, alumni, dunia usaha dan masyarakat di berbagai daerah.

“Kita sudah punya perwakilan nasional. Harapannya simpul-simpul daerah akan menjadi duta kita untuk ikut mempromosikan ataupun memberikan sumbangsih kepada masyarakat lewat kerja sama antara dosen dan alumni di daerah,” ujar Dodi.

Sejumlah inisiasi kolaborasi mulai dilakukan, di antaranya dengan pegiat pariwisata di Sumba Barat Daya serta alumni yang bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat.

Melalui jejaring tersebut, dosen dan civitas akademika UNITRI diharapkan dapat terhubung dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha di berbagai daerah.

“Memang wujud konkretnya belum begitu banyak, tetapi inisiasi awal sudah ada. Mereka meminta networking dengan para dosen kita supaya bisa memberikan inovasi di daerahnya,” katanya.

Apresiasi Wisudawan Inspiratif

Dalam Wisuda ke-52, UNITRI juga memberikan penghargaan kepada Wisudawan Inspiratif. Penghargaan tersebut diberikan kepada lulusan yang dinilai memiliki kepedulian serta kontribusi terhadap masyarakat.

Baca Juga:  Polresta Malang Kota Gandeng Takmir Masjid Jami' Adakan Vaksinasi Kuota 1.200 Dosis

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah pengembangan pemanfaatan minyak jelantah agar dapat memiliki nilai guna dan nilai ekonomi lebih besar.

Dodi berharap semakin banyak lulusan UNITRI yang mampu melihat persoalan di lingkungan sekitar sebagai ruang untuk melahirkan solusi.

“Kita berharap akan semakin banyak anak-anak kita yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan terkecilnya,” tegasnya.

Yosep Perianto Raih Predikat Wisudawan Terbaik

Sebanyak 400 mahasiswa dikukuhkan dalam Wisuda ke-52 UNITRI Tahun Akademik 2025/2026.

Rinciannya, enam lulusan dari Sekolah Pascasarjana, 11 lulusan Fakultas Pertanian, 188 lulusan Fakultas Ekonomi, 80 lulusan Fakultas Teknik dan Teknologi, 68 lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 12 lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan, serta 35 lulusan Fakultas Ilmu Pendidikan.

Predikat Wisudawan Terbaik Tingkat Universitas diraih Yosep Perianto, S.M., dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97.

Sementara wisudawan terbaik dari masing-masing unit pendidikan yakni Mariela Seixas Miranda, M.P. dari Magister Ekonomi Pertanian dengan IPK 3,93; Apria Fransiska, S.P. dari Agribisnis dengan IPK 3,64; Anggita Erlin Riftasari, S.A.P. dari Administrasi Publik dengan IPK 3,93; Larasati Fauzia Rahmi, S.T. dari Teknik Kimia dengan IPK 3,85; Aletha Astari Alu Malo Umbu, S.Kep. dari Keperawatan dengan IPK 3,71; serta Ranti Nur Aripa, S.Pd. dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan IPK 3,94.

Wisuda ke-52 tersebut menjadi momentum bagi UNITRI untuk menegaskan arah pendidikan yang tidak hanya mengejar capaian akademik. Gelar dan ijazah menjadi bekal awal, sementara kemampuan memberikan solusi dan manfaat bagi masyarakat menjadi tantangan berikutnya bagi para lulusan.

“Lulusan UNITRI harus mampu membawa ilmu yang diperoleh untuk memberikan dampak nyata di mana pun mereka berada.”