Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
26/07/2026
CITILIVE

Wawali Malang: Kerukunan Tak Cukup Lewat Simbol, Harus Hadir dalam Keadilan Sosial

Shinta lubis
  • Juli 25, 2026
  • 3 min read
Wawali Malang: Kerukunan Tak Cukup Lewat Simbol, Harus Hadir dalam Keadilan Sosial

CITILIVE – Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama tidak cukup diwujudkan melalui simbol atau seremoni, melainkan harus tercermin dalam keadilan sosial yang dirasakan seluruh masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Diskusi Terbuka Memperkuat Pemahaman Antarumat Beragama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Malang di Aula Kecamatan Klojen, Sabtu (25/7/2026).

Dalam forum yang dihadiri tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, dan pengurus FKUB tersebut, Ali menilai menjaga harmoni di tengah keberagaman menjadi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, nilai toleransi harus dibangun melalui komunikasi, saling menghormati, dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Nilai keadilan harus menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat. Kerukunan tidak cukup diwujudkan melalui simbol-simbol semata, tetapi harus benar-benar dirasakan dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan berbagai aspek lainnya,” ujar Ali.

Menurutnya, seluruh agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan hidup berdampingan secara damai. Nilai tersebut harus menjadi fondasi dalam menjaga persatuan di Kota Malang yang dikenal sebagai kota dengan masyarakat yang majemuk.

Waki Wali Kota Malang Memberikan Sambutan FKUB

Ali mengatakan Pemerintah Kota Malang terus memperkuat sinergi dengan FKUB melalui berbagai forum dialog dan komunikasi lintas agama. Upaya tersebut dinilai berhasil menjaga kondusivitas daerah serta menyelesaikan berbagai persoalan melalui pendekatan musyawarah.

“Alhamdulillah, Kota Malang mampu menjaga hubungan antarumat beragama dengan baik. Ini menjadi modal penting yang harus terus dipertahankan bersama,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam upaya menjaga toleransi. Menurutnya, anak muda perlu diberi ruang untuk terlibat dalam aktivitas lintas agama agar memiliki kesadaran menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Generasi muda harus menjadi penerus yang menjaga persaudaraan, saling menghormati, dan memperkuat kerukunan antarumat beragama agar Kota Malang tetap damai dan harmonis,” tegasnya.

Baca Juga:  47 SP Jenjang TK, SD, dan SMP Kota Malang Lolos Pelaksana Program Sekolah Penggerak Kemdikbudristek

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Malang KH Ahmad Taufik Kusuma mengatakan diskusi tersebut merupakan bagian dari program kerja FKUB Tahun 2026 untuk memperkuat komunikasi dan silaturahmi antartokoh agama serta masyarakat.

Ia mengungkapkan FKUB telah menyiapkan sejumlah agenda sepanjang tahun, termasuk dialog lintas agama yang akan melibatkan sekitar 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat.

“Dialog ini bukan untuk memperdebatkan perbedaan, tetapi menjadi ruang bersama membangun saling pengertian, memperkuat toleransi, dan menjaga keharmonisan masyarakat Kota Malang,” ujarnya.

Menurut Ahmad Taufik, seluruh program FKUB mendapat dukungan hibah dari Pemerintah Kota Malang sebagai bentuk komitmen memperkuat kerukunan umat beragama. Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial di Kota Malang.

“Kami berharap seluruh program yang telah disusun dapat berjalan optimal sehingga kerukunan dan persatuan masyarakat Kota Malang semakin kuat,” pungkasnya.