UM Lepas 11 Mahasiswa Internasional, Perkuat Langkah Menuju Kampus Bereputasi Global
SMARTLIVE – Universitas Negeri Malang (UM) kembali memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi berkelas dunia dengan melepas 11 mahasiswa internasional penerima Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan UM International Student Scholarship (UM ISS). Pelepasan yang berlangsung di Aula Lantai 9 Graha Rektorat UM, Kamis (23/7/2026), menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperluas internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus mencetak lulusan berdaya saing global.
Direktur UPT Kantor Urusan Internasional UM, Dr. Sari Karmiria, Ph.D., mengatakan sebanyak tujuh mahasiswa merupakan penerima beasiswa KNB dan empat lainnya penerima UM ISS.
Kesebelas lulusan tersebut berasal dari enam negara, yakni Filipina, Palestina, Madagaskar, Mesir, Thailand, dan Timor-Leste, yang menempuh pendidikan pada jenjang sarjana, magister, hingga doktor di berbagai fakultas di UM.
“Para mahasiswa internasional ini telah menyelesaikan studi dengan capaian akademik yang sangat baik dan menjadi bagian penting dalam penguatan atmosfer internasional di lingkungan Universitas Negeri Malang,” ujarnya.

Seluruh lulusan mencatatkan prestasi akademik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) antara 3,67 hingga 4,00. Capaian tertinggi diraih mahasiswa asal Palestina, Mohammed Ahmed Hamza Shehada, yang lulus dari Program Magister Manajemen Pendidikan dengan IPK sempurna 4,00.
Para lulusan berasal dari berbagai program studi di Fakultas Sastra, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Ilmu Sosial.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa internasional yang telah menyelesaikan studi dan menjadi bagian dari penguatan jejaring internasional kampus.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa internasional yang telah menyelesaikan studi di UM. Semoga pengalaman selama belajar di UM menjadi bekal untuk mengembangkan karier sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara asal,” kata Hariyono.
Menurutnya, UM terus meningkatkan kualitas layanan internasional melalui pengembangan kelas berbahasa asing, peningkatan kompetensi dosen, serta penyempurnaan layanan akademik maupun nonakademik bagi mahasiswa asing.
Ia menilai keberadaan mahasiswa internasional tidak hanya memperkuat reputasi akademik UM, tetapi juga membuka peluang kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pertukaran budaya dengan berbagai negara.
“Masukan dari mahasiswa dan alumni internasional menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat daya saing UM di tingkat global,” ujarnya.
Melalui jejaring alumni internasional yang terus berkembang, UM optimistis mampu memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dunia serta memperkokoh posisinya sebagai kampus bereputasi internasional.
Program internasional tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui perluasan akses pendidikan lintas negara dan penguatan kolaborasi internasional.
