Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
24/07/2026
CITILIVE

UM Perkuat UMKM Desa Wonosari, Hibahkan Alat Pemotong Keripik untuk Dongkrak Produksi dan Nilai Jual

Shinta lubis
  • Juli 24, 2026
  • 2 min read
UM Perkuat UMKM Desa Wonosari, Hibahkan Alat Pemotong Keripik untuk Dongkrak Produksi dan Nilai Jual

SMARTLIVE – Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Wonosari, Kabupaten Malang, melalui program pengabdian kepada masyarakat dengan menghibahkan teknologi tepat guna berupa alat pemotong keripik umbi. Bantuan tersebut ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi usaha, sekaligus nilai tambah produk olahan berbasis komoditas lokal.

Program yang didanai UM Tahun Anggaran 2026 itu dilaksanakan pada Minggu (19/7/2026) melalui rangkaian pelatihan pengolahan pangan, pendampingan manajemen usaha, hingga penyerahan alat produksi kepada pemerintah desa untuk dimanfaatkan kelompok UMKM.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat UM, Prof. Dr. Agung Winarno, M.M., mengatakan teknologi tepat guna yang diberikan bukan sekadar bantuan peralatan, tetapi menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas usaha masyarakat.

“Teknologi tepat guna bukan sekadar bantuan alat, tetapi menjadi sarana agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi dengan biaya dan tenaga yang lebih efisien,” ujarnya.

Alat pemotong keripik tersebut dirancang untuk menghasilkan irisan yang lebih seragam, mempercepat proses produksi, serta mengurangi pekerjaan manual yang selama ini menjadi kendala pelaku usaha.

Program ini disusun berdasarkan hasil observasi lapangan, identifikasi kebutuhan masyarakat, serta diskusi bersama Pemerintah Desa Wonosari dan pelaku UMKM sehingga teknologi yang diberikan sesuai dengan karakteristik usaha yang berkembang di desa tersebut.

Sebanyak 10 peserta yang terdiri dari lima pelaku UMKM mengikuti pelatihan diversifikasi produk berbahan baku kentang, talas, dan singkong. Materi pengolahan produk disampaikan praktisi UKM Sidod Sumaryono, sedangkan materi pengembangan usaha diberikan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM, Marvin Imanuel Lotulung, S.E., M.M., C.H.R.M.

Selain peningkatan keterampilan produksi, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai strategi pengelolaan bisnis dan pemasaran agar produk olahan umbi memiliki daya saing lebih tinggi di pasar.

Baca Juga:  Pemkot Batu Kucurkan Bonus Rp3,38 Miliar untuk Atlet Porprov

Sekretaris Desa Wonosari, Dina, mengapresiasi program tersebut karena dinilai menjawab kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

Menurutnya, bantuan teknologi dan pendampingan bisnis menjadi modal penting bagi pengembangan usaha yang dikelola masyarakat maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), termasuk dalam memperkuat strategi branding produk.

Sementara itu, anggota Tim PkM UM, Dr. Desti Nur Aini, S.S., M.Pd., menjelaskan program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya peningkatan pertumbuhan ekonomi, inovasi teknologi, produksi berkelanjutan, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, praktisi, dan pelaku UMKM.

Melalui pendampingan tersebut, UM berharap pelaku UMKM di Desa Wonosari tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mampu membangun usaha yang lebih mandiri, adaptif, dan berkelanjutan sehingga komoditas umbi-umbian lokal dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.