Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
27/08/2026
CITILIVE

UM Kirim Relawan ke NTT, Fokus Pendampingan Psikososial hingga Pemetaan Kerusakan

Shinta lubis
  • Agustus 27, 2026
  • 4 min read
UM Kirim Relawan ke NTT, Fokus Pendampingan Psikososial hingga Pemetaan Kerusakan

SMARTLIVE – Universitas Negeri Malang (UM) memberangkatkan tim relawan kemanusiaan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam. Tim tahap pertama dilepas dari Halaman Graha Rektorat UM, Rabu (26/8/2026), dengan membawa misi pendampingan psikososial, pelayanan kesehatan, hingga pendataan tingkat kerusakan di wilayah terdampak.

Sebanyak 10 relawan diberangkatkan pada tahap awal. Mereka terdiri atas sembilan mahasiswa dari berbagai fakultas dan seorang dokter. Dalam perjalanan menuju lokasi penugasan, tim turut didampingi tiga pengemudi.

UM juga menyiapkan pengiriman tim lanjutan pada 29 Agustus 2026. Tim berikutnya akan memperkuat layanan kesehatan dan pendampingan bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Rektor UM

Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., mengatakan pengerahan relawan merupakan bentuk respons kemanusiaan kampus terhadap kondisi masyarakat di NTT. Setibanya di lokasi, tim tidak hanya diarahkan memberikan bantuan, tetapi juga melakukan pendampingan sesuai kebutuhan warga.

Tiga fokus utama telah disiapkan, yakni pendampingan psikososial, pelayanan kesehatan, serta rapid assessment damage atau pendataan cepat tingkat kerusakan.

“Kita ingin tunjukkan bahwa kita juga kampus yang peduli. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang memiliki kepedulian dan berangkat hari ini untuk membantu saudara-saudara kita di NTT,” ujar Hariyono.

Selain tiga misi tersebut, UM membuka kemungkinan keterlibatan relawan dalam pendampingan sektor pendidikan apabila kondisi di lapangan memungkinkan.

Menurut Hariyono, kebutuhan masyarakat pascabencana tidak selalu berhenti pada bantuan logistik. Pemulihan psikologis, layanan kesehatan, hingga pemetaan kondisi kerusakan menjadi bagian penting yang harus segera dilakukan agar proses penanganan dapat berjalan lebih terarah.

Relawan Diminta Tidak Menjadi Beban di Lokasi Bencana

Hariyono mengingatkan tim relawan untuk mampu menyesuaikan diri dengan kondisi di lokasi penugasan. Relawan, kata dia, harus datang sebagai bagian dari solusi dan tidak justru menambah beban masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.

Baca Juga:  APEKSI 2026: Kota Malang Siapkan Pemuda Pelopor dan Atraksi Topeng Malangan

Ia meminta seluruh anggota tim menjaga kondisi kesehatan, menghormati budaya dan kehidupan masyarakat setempat, serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak selama menjalankan misi kemanusiaan.

“Jangan sampai di sana kita menjadi beban. Kita datang untuk membantu sehingga harus mampu menyesuaikan diri dengan pola kehidupan masyarakat serta tetap menjaga kesehatan hingga kembali ke UM,” pesannya.

Arahan tersebut menjadi penting mengingat kondisi lapangan di daerah terdampak bencana dapat berubah dengan cepat. Kemampuan relawan beradaptasi menjadi salah satu faktor yang menentukan efektivitas bantuan yang diberikan.

Sejumlah Mahasiswa UM Turut Terdampak

Aksi kemanusiaan ini juga memiliki kedekatan langsung dengan keluarga besar UM. Berdasarkan data internal kampus, terdapat tujuh mahasiswa UM yang terdampak gempa di wilayah NTT dan sekitarnya.

Selain itu, sekitar 23 mahasiswa UM lainnya turut terdampak di wilayah Flores.

Data tersebut menjadi salah satu pertimbangan UM untuk terlibat langsung dalam upaya penanganan dan pemulihan. Kampus berharap keberangkatan relawan dapat membantu masyarakat sekaligus memberikan dukungan bagi mahasiswa UM dan keluarga mereka yang berada di kawasan terdampak.

Tim di lapangan nantinya akan melakukan identifikasi kebutuhan masyarakat dan tingkat kerusakan sebagai bahan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Pendataan cepat atau rapid assessment diperlukan agar bantuan yang diberikan tidak hanya berdasarkan perkiraan, tetapi disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Tahap Kedua Siap Dikirim

Keberangkatan 10 relawan pada Rabu (26/8/2026) menjadi tahap awal misi kemanusiaan UM ke NTT. Kampus telah menjadwalkan pemberangkatan berikutnya pada 29 Agustus 2026 untuk memperkuat tim, terutama dalam pelayanan kesehatan dan pendampingan masyarakat.

UM berharap keterlibatan relawan lintas disiplin dapat membantu mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak. Kolaborasi mahasiswa dan tenaga kesehatan juga diharapkan mampu menjangkau kebutuhan warga dari berbagai aspek.

Baca Juga:  PJ Gubernur Jatim Ajak Masyarakat untuk Gaya Hidup Sehat

Lebih dari sekadar pengiriman relawan, langkah tersebut menjadi ujian nyata peran perguruan tinggi dalam merespons persoalan kemanusiaan. Bagi UM, kepedulian sosial tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan akademik di kampus, tetapi juga melalui keterlibatan langsung ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.

Dengan pengiriman tim secara bertahap, UM kini menyiapkan pendampingan lanjutan sambil menunggu perkembangan kebutuhan di lapangan. Fokus berikutnya akan bergantung pada hasil asesmen cepat yang dilakukan relawan setelah tiba di wilayah terdampak.