Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
26/08/2026
CITILIVE

Mahasiswa FTP UB Kembangkan Alat Filtrasi Limbah Whey Keju, Masih Perlu Uji Baku Mutu

Shinta lubis
  • Agustus 26, 2026
  • 2 min read
Mahasiswa FTP UB Kembangkan Alat Filtrasi Limbah Whey Keju, Masih Perlu Uji Baku Mutu

CITILIVE — Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) mengembangkan alat tepat guna untuk mengolah limbah cair whey keju melalui kombinasi filtrasi fisik dan biologis.

Inovasi yang dikembangkan במסגרת Program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) 2026 tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi potensi pencemaran lingkungan dari limbah produksi keju.

Whey merupakan cairan sisa hasil proses pembuatan keju yang masih mengandung bahan organik, protein, laktosa, dan mineral. Kandungan tersebut berpotensi menambah beban pencemaran apabila limbah dibuang tanpa melalui proses pengolahan yang memadai.

Mahasiswa FTP UB merancang sistem pengolahan sederhana dengan dua tahapan utama, yakni filtrasi fisik dan filtrasi biologis.

Pada tahap pertama, whey dialirkan melalui media penyaring untuk memisahkan partikel padat, sisa dadih, lemak, dan material berukuran lebih besar. Selanjutnya, cairan hasil penyaringan masuk ke media filtrasi biologis yang memanfaatkan mikroorganisme untuk membantu menguraikan sebagian kandungan bahan organik.

Dosen pembimbing program, Dr. nat. techn. Elok Waziiroh, S.TP., M.Si., mengatakan hasil awal menunjukkan adanya perubahan kondisi fisik pada limbah whey setelah melalui proses filtrasi.

“Saat ini hasil limbah whey yang difiltrasi sudah tidak berbau dan bebas endapan, namun belum memenuhi standar nilai baku mutu,” ujar Elok, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, alat tersebut masih membutuhkan pengembangan dan pengujian lebih lanjut sebelum hasil pengolahan dapat dinyatakan memenuhi standar lingkungan.

Parameter yang masih perlu diuji antara lain pH, warna, bau, total padatan, kebutuhan oksigen kimiawi atau Chemical Oxygen Demand (COD), serta kebutuhan oksigen biologis atau Biological Oxygen Demand (BOD).

“Alat filtrasi whey keju ini masih dapat dikembangkan agar memenuhi parameter kualitas,” katanya.

Baca Juga:  UB Gandeng Indonesia Sehat Jiwa, Bangun Sistem Deteksi Dini Kesehatan Mental Mahasiswa

Pengujian laboratorium menjadi tahapan penting untuk mengukur efektivitas alat secara objektif, terutama dalam mengetahui kemampuan sistem filtrasi menurunkan kandungan bahan pencemar dalam limbah.

Dalam program PMM tersebut, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan alat filtrasi kepada masyarakat dan pelaku usaha, tetapi juga memberikan pendampingan terkait cara pengoperasian, pemeliharaan media filter, serta pentingnya menjaga kebersihan selama proses pengolahan limbah.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak langsung memanfaatkan kembali cairan hasil filtrasi tanpa pengujian lanjutan. Kelayakan hasil pengolahan harus disesuaikan dengan standar dan peruntukannya.

Pengembangan alat ini menjadi salah satu upaya mahasiswa FTP UB menghadirkan teknologi sederhana dan aplikatif untuk pengelolaan limbah usaha pangan. Meski hasil awal menunjukkan limbah menjadi tidak berbau dan bebas endapan, efektivitas alat dalam memenuhi baku mutu lingkungan masih harus dibuktikan melalui pengujian laboratorium dan penyempurnaan sistem filtrasi.