Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
28/04/2026
CITILIVE

Terkuak! Kasus Daycare Little Aresha Jogja Viral, 13 Tersangka Ditangkap Usai Balita Diduga Disiksa

rifamahmudah
  • April 28, 2026
  • 2 min read
Terkuak! Kasus Daycare Little Aresha Jogja Viral, 13 Tersangka Ditangkap Usai Balita Diduga Disiksa

CITILIVE – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, viral di media sosial dan memicu kemarahan publik. Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandiau kemudian menggerebek daycare tersebut pada Jumat (24/4). Sedikitnya ada 53 anak yang terindikasi mengalami kekerasan, diskriminasi, dan penelantaran dari 103 anak yang dititipkan di daycare. Polisi menetapkan 13 tersangka dalam perkara tersebut setelah penyelidikan terhadap dugaan penganiayaan balita di tempat penitipan anak itu.

Para tersangka terdiri dari ketua yayasan, kepala sekolah, serta 11 pengasuh yang diduga terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap anak-anak yang dititipkan di daycare tersebut. Kasus ini mencuat setelah sejumlah orang tua mengaku melihat perubahan perilaku anak mereka sepulang dari daycare. Beberapa anak disebut menjadi mudah menangis, takut bertemu orang lain, hingga menunjukkan tanda trauma.

Dari hasil penyelidikan, polisi menduga tindakan kekerasan dilakukan secara berulang dan sistematis. Para pengasuh disebut menjalankan instruksi lisan dari pihak pengelola daycare. Penyidik juga mendalami dugaan adanya perintah dari pihak yayasan dan kepala sekolah terkait perlakuan tidak layak terhadap anak-anak.

Sejumlah kesaksian orang tua korban semakin mengejutkan publik. Mereka menyebut anak-anak pernah diikat tangan dan kaki, tidak dipakaikan pakaian lengkap, serta hanya mengenakan popok saat berada di daycare. Kasus tersebut langsung menjadi sorotan nasional dan memicu tuntutan agar pengawasan terhadap tempat penitipan anak diperketat.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan pemerintah memastikan proses hukum berjalan tegas, transparan, dan berkeadilan, sekaligus menjamin perlindungan penuh bagi seluruh korban.

“Saat ini fokus utama kami adalah memastikan proses hukum berjalan secara tegas, transparan, dan berkeadilan. Selain itu memastikan seluruh korban mendapatkan pendampingan psikologis dan bantuan hukum secara komprehensif, serta dilakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan tidak ada korban lain yang terabaikan,” kata Arifah Fauzi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Baca Juga:  Prof Puji Handayati: Kartini Masa Kini Tangguh Jaga Integritas di Tengah Badai Ujian

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta juga menyatakan tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan terhadap anak. Saat ini para korban disebut sedang mendapatkan pendampingan psikologis guna memulihkan trauma. Sementara proses hukum terhadap para tersangka terus berjalan. Kasus Daycare Little Aresha menjadi alarm serius pentingnya standar pengawasan, rekrutmen pengasuh, serta perlindungan anak di seluruh lembaga penitipan anak di Indonesia. (shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *