Sebanyak 166 Warga Dilatih Public Speaking, Wawali Malang: Jadilah Penyebar Informasi yang Benar
MALANG – Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menegaskan kemampuan berbicara di depan publik (public speaking) kini bukan lagi sekadar keterampilan komunikasi, melainkan menjadi bekal penting untuk menangkal hoaks dan menyebarkan informasi yang benar di era digital.
Pesan tersebut disampaikan Ali saat membuka Pelatihan Komunikasi Publik (Public Speaking) yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang di Hall A Mini Block Office, Kamis (16/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti 166 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Menurut Ali, derasnya arus informasi di media digital membuat setiap orang memiliki peran sebagai komunikator. Karena itu, masyarakat dituntut mampu menyampaikan informasi yang benar, santun, dan bertanggung jawab.

“Hari ini semua orang bisa menjadi penyampai informasi. Karena itu, kemampuan berkomunikasi menjadi sangat penting agar informasi yang disampaikan benar, mudah dipahami, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujar Ali.
Ia mengatakan keberhasilan komunikasi tidak hanya ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga cara penyampaiannya. Seorang komunikator harus mampu memahami karakter audiens sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima secara efektif.
“Berbicara kepada masyarakat tentu berbeda dengan mengajar di kelas, berbicara kepada keluarga, atau menyampaikan materi di forum resmi. Komunikasi harus disesuaikan dengan siapa yang kita hadapi,” katanya.

Ali menilai perkembangan teknologi informasi membuat penyebaran informasi berlangsung sangat cepat. Kondisi tersebut harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat memilah informasi sekaligus menyampaikan pesan yang edukatif.
“Public speaking sejatinya adalah kemampuan mentransfer gagasan dan pengetahuan kepada orang lain secara tepat sehingga memberikan dampak positif,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Malang Muhammad Nur Widianto mengatakan pelatihan tersebut merupakan salah satu program peningkatan literasi komunikasi masyarakat yang diusulkan melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Malang.
Menurutnya, kemampuan komunikasi publik harus dibangun di atas etika dan tanggung jawab, bukan hanya kemampuan berbicara.
“Public speaking bukan sekadar berbicara lancar, tetapi bagaimana seseorang mampu menyampaikan pesan dengan etika, karakter, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Ia mengungkapkan tantangan komunikasi di era digital semakin kompleks dengan maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga informasi yang menyesatkan di media sosial.
Karena itu, Diskominfo Kota Malang terus memperkuat literasi digital masyarakat melalui berbagai pelatihan, seperti public speaking, jurnalisme warga, pengelolaan media sosial, desain grafis, fotografi, hingga pelatihan master of ceremony (MC) dan keprotokolan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya mahir berbicara, tetapi juga menjadi penyebar informasi yang benar, santun, dan bertanggung jawab,” kata Nur Widianto.
Pelatihan menghadirkan narasumber profesional dan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun pesan, membangun kepercayaan diri saat berbicara di depan umum, sekaligus memperkuat budaya komunikasi publik yang sehat di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
