Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
16/07/2026
CITILIVE

Bullying Jadi Sorotan, MIN 2 Kota Malang Tanamkan Moderasi Beragama kepada Siswa Baru

Shinta lubis
  • Juli 16, 2026
  • 3 min read
Bullying Jadi Sorotan, MIN 2 Kota Malang Tanamkan Moderasi Beragama kepada Siswa Baru

SMARTILIVE – Hari pertama masuk sekolah tidak hanya menjadi momen perkenalan bagi ratusan siswa baru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Malang. Melalui program Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATA MUDA) 2026, madrasah ini memilih memulai tahun ajaran baru dengan satu pesan penting: membangun karakter anak agar tumbuh dalam lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bebas dari bullying.

Penguatan karakter tersebut diwujudkan melalui materi moderasi beragama yang dikemas secara interaktif oleh kader Moderasi Beragama Kementerian Agama, Ning Riudhloh Quda Shampton, Kamis (16/7/2026).

Bagi anak-anak usia sekolah dasar, istilah moderasi beragama mungkin terdengar asing. Namun, melalui permainan, cerita, hingga dialog ringan, mereka diajak memahami makna sederhana dari sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menyayangi sesama teman.

“Menjadi anak yang moderat itu sederhana. Menghormati orang tua, menghargai guru, menyayangi teman, dan tidak berlebihan dalam bersikap. Nilai-nilai itu yang ingin kami tanamkan sejak hari pertama mereka masuk madrasah,” ujar Ning Riudhloh.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya diajarkan melalui teori. Anak-anak perlu dibiasakan melakukan hal-hal sederhana yang mencerminkan kepedulian, seperti membantu teman, merapikan barang setelah digunakan, hingga membiasakan berkata sopan kepada siapa pun.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kasus perundungan di lingkungan pendidikan, MIN 2 Kota Malang juga menjadikan kegiatan ini sebagai langkah preventif agar budaya saling menghargai tumbuh sejak dini.

Ning Riudhloh menegaskan setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus diterima sebagai bagian dari keberagaman.

“Bullying tidak boleh mendapatkan ruang di sekolah. Anak-anak perlu memahami bahwa setiap teman memiliki keistimewaan masing-masing. Tidak ada yang pantas direndahkan atau diejek,” katanya.

Baginya, madrasah bukan hanya tempat belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga ruang membentuk akhlak dan karakter generasi masa depan.

Baca Juga:  1.038 Peserta Berebut 157 Kursi di MTsN 1 Kota Malang, Seleksi Super Ketat

Karena itu, pendidikan moderasi beragama diharapkan tidak berhenti selama kegiatan MATA MUDA berlangsung. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus diintegrasikan dalam proses pembelajaran sehari-hari melalui peran guru maupun orang tua.

Ia juga mengajak keluarga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter dengan melanjutkan kebiasaan baik yang diajarkan di sekolah ke lingkungan rumah.

“Kalau di madrasah anak dibiasakan menghormati orang lain, di rumah juga perlu dibangun pembiasaan yang sama. Pendidikan karakter akan berhasil jika sekolah dan keluarga berjalan bersama,” tuturnya.

Melalui MATA MUDA Tahun Ajaran 2026/2027, MIN 2 Kota Malang ingin memastikan bahwa setiap peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memahami pentingnya hidup rukun, menghargai perbedaan, dan menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi semua.

Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, langkah sederhana tersebut menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *