MTsN 1 Kota Malang Cetak Sejarah, Juara Junior DBL 2026 Usai Kalahkan SMP Charis 53-38
SPORTLIVE – Tim basket putra MTsN 1 Kota Malang atau Matsanewa mencetak sejarah dengan merebut gelar juara Junior DBL East Java-South 2026. Matsanewa memastikan trofi juara setelah menundukkan SMP Charis Malang dengan skor 53-38 pada laga final di GOR Ken Arok, Kamis (3/9/2026).
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi gelar perdana Matsanewa dalam ajang Junior DBL Malang. Tim asal MTsN 1 Kota Malang itu mampu membalikkan keadaan setelah SMP Charis membuka pertandingan dengan perolehan poin lebih dahulu.
Matsanewa kemudian mengambil alih permainan dan menutup kuarter pertama dengan keunggulan 16-8. SMP Charis sempat memberikan tekanan pada paruh pertama dan memangkas selisih menjadi 24-21.

Namun, Matsanewa tampil lebih dominan setelah jeda. Intensitas pertahanan ditingkatkan dan serangan mereka menghasilkan 29 poin pada paruh kedua, sementara Charis hanya mampu menambah 17 angka hingga laga berakhir dengan skor 53-38.
Kemenangan Matsanewa turut ditopang penampilan gemilang Alif Shalif Izza Sunhaji yang mencetak double-double dengan 33 poin dan 10 rebound. Penampilan tersebut mengantarkannya meraih gelar Most Valuable Player (MVP) Junior DBL 2026 Malang.
Kontribusi besar juga diberikan Tsaqiif yang mencatatkan double-double melalui 10 poin dan 17 rebound.
Pelatih Matsanewa, Charlie Putra, menilai kemenangan timnya tidak lepas dari keberhasilan pemain menjalankan strategi, terutama dalam meredam tiga pemain utama SMP Charis.
“Kami melihat kekuatan lawan ada di tiga pemain utama yang harus benar-benar diwaspadai. Anak-anak kami ajari cara jaganya,” ujar Charlie.
Keberhasilan tersebut semakin terasa istimewa karena Matsanewa harus menghadapi tekanan mental saat tampil di hadapan ribuan pendukung yang memenuhi GOR Ken Arok. Charlie mengatakan para pemain sempat meragukan kemampuan mereka sendiri sebelum pertandingan.
Namun, dukungan suporter dan arahan tim pelatih mampu mengangkat mental para pemain hingga tampil disiplin sepanjang pertandingan. Pembinaan tim yang dilakukan secara rutin selama beberapa bulan sebelumnya akhirnya berbuah manis dengan gelar juara.

Kepala MTsN 1 Kota Malang, Erni Qomaria Rida, menyambut kemenangan tersebut dengan penuh rasa syukur. Menurutnya, keberhasilan tim basket Matsanewa merupakan hasil perjuangan panjang para siswa sejak awal kompetisi.
“Anak-anak dari awal sampai sekarang perjuangannya memang luar biasa. Mereka berjuang semaksimal mungkin sehingga bisa masuk ke final,” ujarnya.
Erni juga mengapresiasi dukungan orang tua dan pelatih dalam proses pembinaan tim. Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan siswa madrasah memiliki peluang besar untuk berkembang dan bersaing di bidang nonakademik, termasuk olahraga.
Gelar Junior DBL East Java-South 2026 pun menjadi catatan sejarah baru bagi Matsanewa. Dari tim yang sempat menghadapi keraguan di tengah atmosfer final, MTsN 1 Kota Malang kini resmi berdiri sebagai penguasa baru basket pelajar tingkat SMP di Malang.
