Kemenko PMK Jadikan UKS SMAN 2 Malang Bahan Evaluasi Nasional, Soroti Layanan Kesehatan Remaja
SMARTLIVE – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meninjau pelaksanaan Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SMAN 2 Kota Malang, Rabu (22/7/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi (monev) nasional untuk memetakan praktik terbaik layanan kesehatan sekolah yang berpotensi diterapkan di daerah lain.
Tim Kemenko PMK dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., bersama Asisten Deputi Peningkatan Gizi dan Pencegahan Stunting Jelsi Natalia Marampa, S.K.M., M.KKK. Rombongan diterima jajaran manajemen SMAN 2 Kota Malang serta dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Malang, Cabang Dinas Pendidikan Malang-Batu, dan instansi terkait.
Asisten Deputi Peningkatan Gizi dan Pencegahan Stunting Kemenko PMK, Jelsi Natalia Marampa, mengatakan pemantauan tidak hanya dilakukan terhadap sekolah yang membutuhkan pembinaan, tetapi juga pada sekolah yang dinilai berhasil mengembangkan layanan UKS secara berkelanjutan.
“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana integrasi pembiasaan hidup bersih dan sehat, layanan kesehatan remaja, serta literasi kesehatan dijalankan secara konsisten sehingga dapat menjadi praktik baik yang bisa direplikasi di sekolah lain,” ujarnya.
Menurut Jelsi, hasil monitoring akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam memperkuat implementasi program Sekolah Sehat di berbagai daerah. Selain memetakan praktik terbaik, evaluasi juga difokuskan pada efektivitas koordinasi lintas sektor antara sekolah, dinas pendidikan, dinas kesehatan, puskesmas, hingga pemerintah daerah.

Kemenko PMK juga menilai layanan kesehatan di sekolah harus mampu mendukung kesehatan fisik, kesehatan mental, dan pemenuhan gizi peserta didik karena berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran.
Kepala SMAN 2 Kota Malang, Eny Diwati, M.Pd., menyambut baik pelaksanaan monitoring tersebut. Menurutnya, evaluasi dari pemerintah pusat menjadi masukan penting untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di lingkungan sekolah.
“Penguatan UKS tidak bisa dilakukan sekolah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar layanan kesehatan benar-benar mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, tim Kemenko PMK juga meninjau langsung fasilitas UKS SMAN 2 Kota Malang, termasuk layanan kesehatan yang didukung tenaga medis seperti dokter umum dan dokter gigi. Model layanan tersebut menjadi salah satu aspek yang dievaluasi sebagai bagian dari pengembangan standar layanan kesehatan sekolah di tingkat nasional.
Melalui monitoring dan evaluasi ini, Kemenko PMK berharap praktik pengelolaan UKS yang dinilai efektif dapat menjadi referensi bagi sekolah lain dalam memperkuat layanan kesehatan remaja sekaligus mendukung program Sekolah Sehat secara nasional.
