Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
01/09/2026
CITILIVE

Kejar Retribusi Rp1,9 Miliar, Disporapar Malang Gelontorkan Rp400 Juta untuk Benahi Fasilitas Olahraga

Shinta lubis
  • September 1, 2026
  • 3 min read
Kejar Retribusi Rp1,9 Miliar, Disporapar Malang Gelontorkan Rp400 Juta untuk Benahi Fasilitas Olahraga

CITILIVE — Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mengalokasikan Rp400 juta untuk membenahi dan menambah sarana-prasarana olahraga. Pembenahan tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas sekaligus mengejar target retribusi sektor olahraga sebesar Rp1,9 miliar hingga akhir 2026.

Kepala Disporapar Kota Malang Arif Tri Sastriawan mengatakan, anggaran tersebut diarahkan untuk sejumlah kebutuhan perbaikan fasilitas olahraga yang selama ini membutuhkan pembenahan.

Salah satunya perbaikan sistem penerangan, termasuk lampu sorot di sejumlah fasilitas olahraga. Dari hasil pengecekan, terdapat sekitar 10 titik lampu yang tidak berfungsi.

“Termasuk perbaikan lampu-lampu. Ada sekitar 10 titik lampu yang mati,” kata Arif, Selasa (1/9/2026).

Pembenahan juga dilakukan pada kamar mandi serta sejumlah fasilitas di area lapangan luar dan lapangan mini soccer. Fasilitas yang sebelumnya kurang optimal diharapkan dapat kembali digunakan sehingga meningkatkan tingkat pemanfaatan sarana olahraga.

Menurut Arif, sejumlah fasilitas olahraga selama ini menjadi sumber penerimaan retribusi daerah. Kontribusi terbesar berasal dari stadion, lapangan mini soccer dan lapangan tenis.

Karena itu, optimalisasi fasilitas tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas pelayanan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan penerimaan daerah.

Transaksi Fasilitas Olahraga Beralih Cashless

Disporapar Kota Malang juga mulai mengubah sistem pengelolaan pemanfaatan fasilitas olahraga melalui transaksi non-tunai atau cashless.

Pembayaran dilakukan melalui aplikasi SIMBAE yang dikembangkan bidang olahraga. Sistem tersebut memungkinkan masyarakat maupun pihak yang akan menggunakan fasilitas melihat jadwal pemakaian sekaligus mengetahui tanggal yang masih tersedia.

Digitalisasi tersebut juga memberikan akses informasi jadwal secara lebih terbuka. Calon pengguna fasilitas dapat mengetahui ketersediaan jadwal tanpa harus datang langsung atau menghubungi pengelola.

Sejumlah agenda berskala besar juga telah masuk dalam sistem pemanfaatan fasilitas. Di antaranya rencana konser musik pada September atau Oktober serta agenda grup musik Ungu pada November.

Baca Juga:  Operasi Zebra Semeru 2023: Menjaga Keamanan Lalu Lintas Menuju Pemilu Damai 2024

Untuk kegiatan dengan durasi sekitar tiga hari, potensi penerimaan dari sewa fasilitas diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Dua Lapangan Tenis di Atas MOG Dibuka untuk Investor

Selain mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada, Disporapar juga menjajaki pemanfaatan aset olahraga yang dinilai masih memiliki potensi ekonomi.

Dua lapangan tenis yang berada di atas Malang Olympic Garden (MOG) disebut terbuka untuk dikembangkan melalui skema investasi apabila terdapat pihak yang berminat.

Arif mengatakan, peluang tersebut masih berada pada tahap penjajakan dan belum masuk proses investasi.

“Kalau ada investor yang berminat, kita buka peluang. Saat ini baru sebatas tanya-tanya dan penjajakan,” jelasnya.

Pemanfaatan kawasan tersebut nantinya tetap akan disesuaikan dengan kebijakan Pemkot Malang. Sebelumnya, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat juga memiliki gagasan untuk memanfaatkan kawasan tersebut sebagai salah satu lokasi aktivitas sepeda pedal.

Dengan anggaran pembenahan Rp400 juta, target retribusi Rp1,9 miliar, digitalisasi transaksi melalui SIMBAE serta penjajakan investasi dua lapangan tenis, Disporapar Kota Malang menargetkan optimalisasi pemanfaatan fasilitas olahraga sekaligus peningkatan penerimaan retribusi daerah hingga akhir 2026.