Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
01/09/2026
CITILIVE

PKKMB UNITRI Diikuti 693 Mahasiswa, Rektor Tekankan Kebhinekaan dan Toleransi

Shinta lubis
  • September 1, 2026
  • 3 min read
PKKMB UNITRI Diikuti 693 Mahasiswa, Rektor Tekankan Kebhinekaan dan Toleransi

SMARTLIVE — Sebanyak 693 mahasiswa baru Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027. Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, Rektor UNITRI Prof. Dodi Wirawan Irawanto menekankan pentingnya kebhinekaan, toleransi dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi.

PKKMB digelar sebagai bagian dari rangkaian penerimaan mahasiswa baru UNITRI. Tahun ini kegiatan mengusung tema “Berproses dalam Kebhinekaan” yang disesuaikan dengan karakter mahasiswa UNITRI yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang.

Rektor UNITRI Prof. Dodi Wirawan Irawanto mengatakan PKKMB merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa mengenai kehidupan kampus.

“Ini kegiatan kedua dalam rangkaian kegiatan penerimaan mahasiswa baru. PKKMB selalu menjadi kegiatan rutin ketika kampus bertanggung jawab untuk mengenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru,” ujar Dodi, Selasa (1/9/2026).

Menurut Dodi, keberagaman menjadi salah satu karakter UNITRI. Mahasiswa berasal dari berbagai suku, agama dan daerah sehingga nilai kebhinekaan perlu menjadi bagian dari kehidupan akademik.

“UNITRI selalu dikenal sebagai kampus yang multikultur. Sehingga dalam semua materi, saya yakin penekanannya lebih kepada konteks bagaimana membangun kebersamaan, toleransi, dan sama-sama memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk maju,” katanya.

Dodi menilai perbedaan latar belakang mahasiswa harus menjadi kekuatan untuk membangun kolaborasi, bukan menjadi sekat dalam kehidupan kampus.

Selain kebhinekaan dan toleransi, PKKMB diarahkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan sistem dan lingkungan perguruan tinggi.

Dodi berharap mahasiswa memahami sejak awal mekanisme kehidupan akademik maupun kemahasiswaan sehingga tidak mengalami kebingungan ketika perkuliahan dimulai.

“Saya harap mahasiswa baru lebih cepat mengenali bagaimana ekosistem perguruan tinggi itu sebenarnya. Sehingga mereka bisa jauh lebih cepat untuk beradaptasi,” ujarnya.

Baca Juga:  705 Tenaga Kesehatan Disiagakan Amankan Mujahadah Kubro Puncak Harlah 1 Abad NU

Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mengetahui kewajiban dan tanggung jawabnya sejak awal mengikuti perkuliahan.

Materi PKKMB Mencakup Akademik hingga Pencegahan Kekerasan

Kepala Biro Kemahasiswaan UNITRI sekaligus pihak yang menangani pelaksanaan PKKMB, Fendiyatmi Kusufa, mengatakan materi kegiatan disusun untuk memberikan pemahaman mengenai berbagai aspek kehidupan perguruan tinggi.

Materi yang diberikan antara lain Bela Negara, pengenalan akademik, sistem perkuliahan, Kartu Rencana Studi (KRS), Kartu Hasil Studi (KHS), prosedur cuti akademik serta pengenalan kehidupan dan budaya UNITRI.

Mahasiswa baru juga mendapatkan materi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT). Materi tersebut mencakup pencegahan kekerasan seksual, bullying dan bentuk kekerasan lainnya.

Selain itu, mahasiswa diperkenalkan dengan layanan bimbingan dan konseling serta materi K3L yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan dalam aktivitas di lingkungan kampus.

Fendiyatmi mengatakan pengenalan tersebut diharapkan membuat mahasiswa memahami lingkungan kampus sekaligus ikut menjaga nama baik almamater.

“Harapannya, dengan mengenal kampus lebih jauh dan dengan beberapa materi yang disampaikan, mahasiswa lebih mencintai kampus, menjaga almamater dengan sebaik-baiknya, menjaga nama baik kampus dengan sebaik-baiknya,” katanya.

25 UKM Jadi Ruang Pengembangan Minat Mahasiswa

Selain materi akademik dan kehidupan kampus, UNITRI memperkenalkan organisasi kemahasiswaan serta 25 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kepada mahasiswa baru.

Pengenalan UKM dilakukan untuk memberikan informasi mengenai berbagai ruang pengembangan minat dan bakat mahasiswa di luar kegiatan perkuliahan.

Fendiyatmi menyebut mahasiswa baru UNITRI berasal dari berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah mahasiswa berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), antara lain Sumba Barat Daya, Sumba Timur, Sumba Tengah dan Sumba Barat.

Mahasiswa juga berasal dari wilayah Manggarai, meliputi Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat.

Baca Juga:  Teten Masduki Mendorong Lahirnya Startup Teknologi Agrikultur

Keragaman asal mahasiswa tersebut menjadi salah satu dasar UNITRI mengangkat kebhinekaan sebagai tema PKKMB tahun ini.

“Mahasiswa di sini beragam, dari berbagai daerah, suku, agama, dan ras. Dengan tema ini, mereka semua bisa mengukir cerita dari setiap daerah dan bersama-sama mengukir prestasi di kampus UNITRI, baik akademik maupun nonakademik,” ujar Fendiyatmi.

Melalui PKKMB, UNITRI mengarahkan mahasiswa baru untuk memahami sistem akademik, mengenal lingkungan kampus, mengetahui ruang pengembangan minat dan bakat, serta membangun interaksi yang menjunjung kebhinekaan dan toleransi sejak awal masa perkuliahan.